Sabtu, 15 Desember 2018


Distribusi Pupuk Lancar lewat BUMDes

05 Okt 2018, 16:57 WIBEditor : Gesha

Pupuk bersubsidi semakin lancar lewat BUMDes | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Flores Timur --- Kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ternyata dirasakan betul oleh petani, salah satunya dalam hal penyaluran pupuk bersubsidi.  Seperti yang dirasakan oleh petani Desa Boru Kedang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Awalnya petani kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Sekarang melalui Bumdes justru harga lebih murah dan tepat waktu sesuai kebutuhan petani,” kata Kepala Desa Boru Kedang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Darius Don Boruk.

Para petani di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang tersebut sering tidak mendapatkan pupuk tepat waktu atau pupuk bisa diperoleh dengan tambahan harga karena mata rantai yang cukup panjang.

Sejak tahun 2015 ratusan petani dari beberapa desa di Kecamatan Wulanggitang sangat bergantung pada pengecer pupuk di Kota Larantuka (Flores Timur) atau distributor di Kota Ende (Flores bagian tengah). Jarak kedua kota itu cukup jauh dengan jarak tempuh antar kedua kota itu bisa mencapai 6-7 jam.

Direktur BUMDes Tana Bojang,  Engelinus Lela Blolon mengatakan, kehadiran Bumdes sangat membantu petani.

Selain tepat waktu, biaya yang dikeluarkan petani juga lebih murah karena tanpa transportasi.  Terutama jika stok yang sedikit atau habis sehingga petani yang hendak mengambil pupuk terpaksa pulang tanpa membawa pupuk dari pengecer.

Pengalaman Desa Boru Kedang tersebut mendorong desa-desa sekitarnya memperkuat unit usaha Bumdes, termasuk dalam penyaluran sarana produksi pertanian. Desa-desa sekitar di Kecamatan Wulanggitang yang tertarik tersebut adalah Hewa, Hokeng Jaya dan Desa Kokang.

Atasi Pengecer Nakal

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Lara Kecamatan Baebunta Luwu Utara. Petani di daerah itu  sudah terbiasa membeli pupuk bersubsidi di BUMDes Lara dan tidak pernah kesulitan.

Ketua BUMDes Lara, Nuryadin, menuturkan pihaknya mencoba mengatasi kelangkaan pupuk yang selama ini menjadi keluhan di mayarakat, khususnya petani yang telah memasuki musim tanam.

“Kami (BUMDes) Lara sebagai salah satu pengecer pupuk, tentunya bisa mengatasi permainan beberapa pengecer nakal. Jadi pupuk yang ada kami salurkan sesuai nama yang terdaftar di dalam RDKK,” ucap Nuryadin.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Luwu Utara, Agusalim Lambon bahkan mengapresiasi langkah BUMDes Lara tersebut. Diakui Agusalim, hingga kini masalah distribusi pupuk bersubsidi masih belum berjalan dengan baik. 

Seringkali distribusi dari level kabupaten ke desa, tak menjangkau semua desa karena di desa tersebut tidak ada pengecer pupuk bersubsidi. “ Jadi kalau mau beli, petani mesti ke kabupaten dimana terdapat pengecer pupuk bersubsidi,” tuturnya

Karena itu pihaknya sangat mendorong agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menjadi pengecer pupuk bersubsidi sehingga bisa terdapat pengecer di setiap desa. Dengan demikian, pupuk bersubsidi bisa dijangkau petani secara merata.

Masalah lainnya, masih ditemukan beberapa pengecer pupuk yang melakukan tindakan nakal dengan menimbun pupuk bersubsidi sampai akhirnya terjadi kelangkaan. 

“Praktek ini adalah salah satu solusi mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi. Karena mereka telah memegang data penerima pupuk bersubsidi,” ucapnya.

BUMDes Lara ini nantinya akan dijadikan contoh pengelolaan BUMDes di desa lainnya di Luwu Utara sehingga kedepannya  perusahaan pupuk hanya tinggal menyalurkannya langsung ke BUMDes. 

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018