Kamis, 15 November 2018


Sambut Ekspor, Sarana Pascapanen Disiapkan Untuk Nanas Kundur

17 Okt 2018, 08:58 WIBEditor : GESHA

Peneliti dari BB Pascapanen Kementan memperlihatkan cara ozonisasi yang dipakai untuk mempertahankan kesegaran Nanas Kundur sehingga bisa bertahan untuk ekspor | Sumber Foto:Gesha

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Tidak lama lagi, penduduk negara tetangga Singapura bisa menikmati nanas yang diekspor dari wilayah tetanganya Kabupaten Karimun, khususnya dari pulau Kundur. Menyiapkan hal tersebut, sarana pascapanen mulai dipersiapkan untuk Nanas Kundur. 

Beragam komoditas kini mulai digenjot mengisi pasar ekspor, khususnya di wilayah perbatasan. Kementerian Pertanian sendiri memiliki program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor –Wilayah Perbatasan (LPBE-WP). Program ini bertujuan untuk mendorong ekspor produk pertanian Indonesia dari wilayah perbatasan sehingga biaya transportasi bisa ditekan.

Tujuan lain dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tani yang berada di wilayah perbatasan yang selama ini agak terlupakan.

Salah satu wilayah yang tengah diupayakan adalah Pulau Kundur yang berlokasi di kabupaten Karimun dan termasuk wilayah terluar Indonesia.

Pulau ini memiliki potensi buah nanas yang cukup besar. Luas pertanaman nanas saat ini sekitar 300 Ha. Ditambah lagi dengan letaknya yang sangat dekat dengan Singapura, menjadikan pulau ini memiliki peluang yang besar untuk menjadi pemasok buah nanas utama ke Singapura.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun mencanangkan untuk memulai ekspor perdana nanas ke negara tetangga pada tahun 2018 ini. 

Karenanya,  Dinas Pangan Pertanian menggandeng Balitbangtan, Ditjen Hortikultura, PT Alamanda Sejati Utama untuk merealisasikan rencana ekspor nanas kundur tersebut. 

Kepala Dinas Pangan Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan mentargetkan ekspor perdana nanas Kundur dapat dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2018 bersamaan dengan peringatan ulang tahun Kabupaten Karimun. 

Menuju kesana, sudah dilakukan berbagai kegiatan antara lain perbaikan bangunan packing house (PHO) yang sudah lama dibangun namun belum difungsikan sehingga cukup layak digunakan untuk penanganan segar buah nanas. 

Adapun beberapa peralatan yang disiapkan sebagai persyaratan sebuah PHO diantaranya berupa bak pencucian, bak sterilisasi dengan menggunakan ozon, meja peniris yang dilengkapi dengan blower, meja sortasi dan pembersihan yang dilengkapi dengan hembusan angin dari kompresor serta meja pengemasan.  

Sedangkan Balai Besar Pengembangan Pascapanen Pertanian membantu penyiapan line proses penanganan segar nanas hingga siap ekspor. 

Kepala BB Pascapanen, Prof. Risfaheri berharap dengan fasilitas PHO yang cukup lengkap, diharapkan ekspor perdana nanas menjadi awal dari bangkitnya perekonomian di daerah perbatasan, khususnya bagi para petani nanas di Pulau Kundur.

Saat ini permintaan nanas Kundur juga sudah mulai datang dari beberapa negara selain Singapura seperti Iran dan Hongkong.

Ke depan, untuk bisa mengirimkan nanas ke negara Timur Tengah dalam kondisi tetap segar tentunya diperlukan teknologi pascapanen yang lebih canggih lagi karena waktu transportasi yang lebih lama.

Untuk itu fasilitas PHO ini perlu lebih dilengkapi dengan fasilitas lain seperti bubble washer, cold room, coating, forklift serta pelabuhan container.

Bimtek Penanganan Buah

Selain bantuan peralatan, peneliti Balai Besar Pascapanen ikut serta dan berperan aktif sebagai narasumber pada Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bekerjasama dengan PT Alamanda Sejati Utama pada 19 September-21 September 2018 silam. 

Pada pelatihan tersebut dipaparkan teknik penanganan pascapanen buah nanas untuk ekspor, mulai dari penentuan waktu panen hingga produk siap untuk ditransportasikan. 

Disamping teori, para peserta Bimtek juga diberikan pelajaran praktek di lapangan mulai dari pemetikan, pengumpulan nenas di lapang hingga pengemasan. Bimbingan teknis dikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri atas para petani nanas dan PPL wilayah Kabupaten Karimun. (Siti Widayanti)

 

Reporter : Kontributor

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018