Senin, 18 Februari 2019


Selama 4 Tahun, 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

23 Nov 2018, 16:39 WIBEditor : Yulianto

Bantuan alsintan ke petani | Sumber Foto:Yulianto

Alsintan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani hingga 35 persen

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Pemerintah kini mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan. Penyediaan alsintan dilaksanakan dalam upaya meningkakan efisiensi dan efektivitas budidaya pertanian.

Dengan alsintan diyakini mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sampai 35-48 persen. Selain itu, mengatasi persoalan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian,dan meningkatkan pendapatan petani. “Dengan mekanisasi kita harapkan akan memberikan daya tarik kepada generasi muda terjun ke dunia pertanian,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana dalam jumpa pers Kinerja 4 Tahun di Jakarta, Jumat (23/11).

Hingga kini Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan alsintan sekitar 385.170 unit. Terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada tahun 2015 alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit. Tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/ gabungan kelompok tani dan UPJA dan brigade alsintan.

“Alsintan itu kita berikan ke kelompok tani sebagai bagian program pengembangan UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan), ada yang ke Dinas Pertanian untuk dimanfaatkan dalam kegiatan Brigade Alsintan. UPJA dan Brigade ini merupakan gerakan alsintan di kawasan pengembangan tanaman pangan dan horti,”tuturnya.

Gerakan modernisasi ini juga akan didorong dalam kegiatan pengembangan pemanfaatan lahan rawa. Berdasarkan data dari Pusdata Daerah Rawa dan Pasang Surut, Indonesia memiliki potensi lahan rawa 33,4 juta ha yang terdiri dari lahan pasang surut 20,1 juta ha dan rawa lebak 13,3 juta ha. Dari jumlah tersebut, seluas 9,3 juta ha diperkirakan sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya pertanian.

 

Reporter : Yuli
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018