Selasa, 19 Maret 2019


Serasi, Asa Petani Lahan Rawa

12 Des 2018, 10:10 WIBEditor : Yul

Mentan, Amran Sulaiman saat meninjau pengembangan lahan rawa untuk pertanian di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin--- Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani) kini menjadi program andalan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian untuk mendongkel potensi lahan rawa lebak dan pasang surut. Apalagi lahan rawa ibarat raksasa yang tengah tertidur.

Bagi Maryono, petani transmigran asal Jawa Tengah yang kini tinggal di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan menggarap lahan rawa untuk usaha tani tanaman pangan tak semudah ketika ia masih tinggal di Pulau Jawa.

Banyak kendala yang dialami. Bersama beberapa petani, Maryono sudah mencoba menanam padi dan jagung. Dalam setahun ia menanam dua kali padi dan sekali jagung. Namun hasil panennya belum maksimal. Kendala utama dalam mengelola lahan rawa adalah air. “Mudah-mudahan dengan pengaturan irigasi yang lebih baik, hasilnya akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal yang sama diakui Sumarno. Ia berharap pemerintah membantu petani dalam pengaturan sistem irigasi di lahan rawa. Ini kan percontohan. Kalau berhasil akan dibuat di semua lahan. Semua petani berharap begitu. Cita-citanya kan Banyuasin jadi salah satu lumbung pangan,” kata transmigran asal Wonosobo, Jawa Tengah ini disela-sela kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Seperti diketahui lahan rawa memang ibarat raksasa yang tertidur. Luas lahan rawa yang mencapai 34,1 juta hektar (ha) berpotensi menjadi lumbung pangan nasional, bahkan dunia. Dengan Serasi diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan rawa yang ada di Indonesia. Selain mampu menambah produksi padi, juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program ini merupakan mimpi lama yang baru terealisasi. Kami optimis program ini memberi dampak baik pada seluruh pihak, karena pengelolaannya dikerjakan orang-orang profesional,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Pengembangan lahan rawa menurut Amran merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden RI Joko Widodo guna membangun SDM pertanian dengan pendekatan kesejahteraan. Dengan program Serasi, Amran berharap, lahan rawa menjadi pertanian yang produktif. Jika semula produktivitas tanaman padi dari hanya 2,7-3 ton/ha bisa naik menjadi 5-6,5 ton/ha.

"Program Serasi juga ditargetkan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1 kali tanam menjadi 2-3 kali tanam (IP300) yaitu menanam padi, padi, jagung atau padi, padi, kedelai dalam satu tahun,” kata Amran.

Total lahan rawa yang dioptimalisasikan dalam Program SERASI mencapai 274.000 ha terdiri dari lahan lebak dan pasang surut yang tersebar di 8 kabupaten/kota. Kabupaten Banyuasin memiliki lahan rawa pasang surut terluas hingga 130.000 ha, disusul OKI dengan luas 65.000 ha, Musi Banyuasin 33.000 ha, Ogan ilir 20.000 ha, OKU Timur 10.000 ha, Muara enim 10.000 ha, Pali 5.000 ha dan Muratara sekitar 1.000 ha.

Amran mencontohkan keberhasilan pengelolaan lahan rawa lebak sudah ditunjukkan di Kabupaten Ogan Ilir. Produktivitas dapat mencapai 6,5 ton/ha dari sebelumnya tidak bisa dikelola masyarakat karena selalu tergenang air dan kemasaman tanah yang tinggi. Faktor kuncinya adalah pengelola sistem pengairan dengan membuat saluran drainase,” katanya.

 

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018