Rabu, 19 Juni 2019


Agar Berfungsi Optimal, Alsintan Bisa Dipinjam Pakai oleh UPJA

13 Des 2018, 10:45 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono, sedang memberi pengarahan dalam Rakor Optimalisasi Pemanfaatn Alsintan di Provinsi Lampung. | Sumber Foto:Indarto

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Bandar Lampung ---- Agar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) berfungsi optimal,  sejumlah alsintan di Brigade  kabupaten/kota  atau kecamatan bisa dipinjam pakai oleh UPJA, gapoktan atau poktan.

Optimalisasi penggunaan alsintan ini dimaksudkan agar  semua bantuan alsintan dari Kementan jangan sampai menganggur.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono menengarai ada sejumlah alsintan  yang belum dimanfaatkan di Brigade provinsi/kabupaten/kecamatan.

Karena itu, apabila  alsintan tersebut belum direalokasi, segera direalokasikan ke tempat lain. "Atau bantuan alsintan tersebut bisa dipinjam pakaikan ke UPJA, gapoktan atau poktan," ujar Momon Rusmono, saat memberi pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pamanfaatan Alsintan di Provinsi Lampung, di Bandar Lampung, Rabu (12/12).

Momon juga menjelaskan, apabila ada alsintan di UPJA, gapoktan dan poktan yang layak tapi belum dioptimalkan penggunaanya bisa di realokasi ke UPJA atau gapoktan lainnya.

"Artinya, alsintan tersebut bisa juga dioptimalkan manfaatnya melalui brigade kecamatan atau UPJA lainnya," ujarnya.

Menurut Momon, bantuan alsintan dari Kementan pada tahun 2014-2017 sudah dievaluasi dan digunakan. Nah, pada tahun 2018 ada bantuan lagi. Agar bantuan alsintan pada tahun 2018 tersebut bisa dioptimalkan, penerima alsintan untuk segera melakukan identifikasi.

"Misalnya dalam satu desa/kecamatan setelah dilakukan identifikasi  akan ditemukan berapa banyak alsintan yang masih layak dan tak layak pakai," kata Momon.

Menurut Momon apabila ada alsintan di Brigade kabupaten/kota/kecamatan, UPJA, gapoktan dan poktan yang tak layak pakai dicarikan solusinya untuk diperbaiki.

Sedangkan yang masih layak tersebut apakah sudah dimanfaatkan atau belum? "Kalau belum dimanfaatkan bisa dioptimalkan dengan mekanisme pinjam pakai," ujarnya.

Ia juga berharap agar ke depannya , unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) mendapat skala prioritas untuk mendapatkan bantuan alsintan dari Kementan.

Sebab, UPJA yang dikembangkan masyarakat  di sejumlah daerah khusus untuk mengelola alsintan. Bantuan alsintan ke depan juga bisa disalurkan ke gapoktan dan poktan.

Mengapa UPJA mendapat skala prioritas? Menurut Momon, kalau alsintan dikelola UPJA siapa saja bisa memanfaatkan.

"Kalau disalurkan ke poktan efektivitas pemanfaatan alsintan terbatas hanya di satu kelompok. Apabila disalurkan ke gapoktan akan lebih efektif karena pe nggunanya lebih luas," papar Momon.

Momon juga berharap, bantuan alsintan ke depan dibarengi pelatihan operator dan cara merawat alsintan. "Jadi nantinya ada standar operasi alsintan. Misalnya, setelah alsintan dioperasikan segera dibersihkan," kata Momon.

Menurut Momon, kompetensi manajemen pengelolaan alsintan juga ditingkatkan agar bantuan alsintan bisa dikelola dengan baik.

"Yang tak kalah penting, setiap penerima alsintan seperti UPJA, gapoktan dan poktan supaya menghitung penyusutan alsintan, memperhatikan pengguanaan uang untuk BBM, distribusi alsintan, operator dan perawatan," tutup Momon. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018