Selasa, 22 Januari 2019


Geber Terus, Cetak Sawah Tembus 1,16 juta Hektar

11 Jan 2019, 07:44 WIBEditor : Gesha

Cetak Sawah kini telah tembus 1, 16 juta hektar dalam waktu 3 tahun | Sumber Foto:ISTIMEWA

Jumlah ini terbagi atas 900 ribu ha dari optimalisasi lahan, dan lebih dari 211 ribu ha dari cetak tanah baru.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sesuai nawacita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan persiapan menuju lumbung pangan dunia tahun 2045, kegiatan cetak sawah 1 juta ha yang ditargetkan tercapai hingga pemerintahan Jokowi- JK berakhir, saat ini ternyata telah terwujud bahkan berlebih menjadi 1,16 juta ha.

Jumlah ini terbagi atas 900 ribu ha dari optimalisasi lahan, dan lebih dari 211 ribu ha dari cetak tanah baru. 

“Saat ini perluasan areal luas lahan sudah mencapai 900 ribu ha. Kita lebih banyak membuka lahan rawa. Perluasan areal sawah yang 1 juta ha tersebut, 90 persennya dari optimasi rawa. Untuk saat ini, kegiatan cetak sawah sudah hampir 200 ribu ha. Jadi sudah lebih dari 1 juta ha,” terang Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati.

Kegiatan cetak sawah Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasana Pertanian terbagi dua.

Pertama cetak sawah yang sebenarnya, dalam arti mengubah lahan tidur menjadi sawah serta optimalisasi lahan.

Optimalisasi lahan yakni menambah areal luas tanam melalui optimalisasi lahan yang tidak produktif. Cetak sawah baru dilakukan bekerjasama dengan TNI di lahan-lahan tidur di luar Jawa antara lain Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Pulau Kalimatan, dan Papua.

Meskipun alih fungsi lahan terus berlanjut dan pertumbuhan penduduk sejak pemerintahan Jokowi-JK yang mencapai 12,8 juta jiwa dibanding tahun 2014 capaian produksi pertanian saat ini justru meningkat.

Tambahan konsumsi sebesar 1,7 juta ton  pun dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri. Ini dapat dicapai karena salahsatunya karena bertambahnya luas tanam melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah baru.

“Di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel untuk menambah kesuburan tanah dan menetralisir asamnya para petani disini memberikan pupuk kandang,” kata Indah.

Naik 358 Persen

Indah mencatat perluasan dan optimasi lahan pada 2018 mencapai 1,16 juta ha. Ini naik 358 persen dibanding 2013.

Karenanya, kegiatan ini akan terus berlanjut mengingat manfaatnya untuk kedaulatan pangan di Nusantara.

Pelaksanaan kegiatan cetak sawah di Kementan pada 2015-2018 serta prakiraan kontribusi untuk penambahan produksi padi mencapai hampir 211 ribu ha lebih.

Dengan kontribusi padi nasional sekitar 1,263 ton. Ini lantaran setiap sawah baru yang telah siap tanam langsung dimanfaatkan oleh petani.

“Disini luas lahan yang diajukan ke pemerintah yakni 300 ha. Sebagian sudah sudah digarap. Kondisi air yang cukup tinggi di lapangan menjadi salah satu kendala. Selain itu, beberapa tanaman yang berdiameter cukup besar pun menjadi kendala,” Penyuluh Pertanian Desa Langkap, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Andri.

Sementara itu, Kepala Desa Langkap, Abu Bakar mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemerintah karena dengan adanya program ini akan memberikan dampak luas kepada masyarakat luas.

Menurutnya, Desa Langkap memiliki potensi pertanian yang besar, hanya saja masyarakat tidak mampu mengelolah.

“Dengan adanya program ini, Saya melihat banyak dampak positifnya kepada petani dari yang tidak punya lahan sawah, sekarang punya. Mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Perwakilan Gabungan Kelopok Tani di Desa Langkap, Deni Sarwani berterimakasih atas bantuan alat-alat berat dari pemerintah untuk meneruskan cetak sawah yang selama ini dikelola bersifat musiman satu tahun sekali atau tergantung alam.  

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018