Sabtu, 07 Desember 2019


Inilah Program Prioritas Pendongkrak Produksi Pangan

28 Jan 2019, 11:47 WIBEditor : Yul

Perbaikan jaringan irigasi tersier seluas 3,4 juta ha bisa rampung dalam dua tahun saja (2015-2017)

TABLOIDSINARTANI.COM, BOGOR -- Mengawali tahun 2019, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) mempersiapkan lima program prioritas yang akan mendongkrak produksi pangan. Namun secara umum program sebelumnya tetap dilanjutkan.

Kementerian Pertanian terus menunjukkan keseriusan akan komitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan lumbung pangan dunia di tahun 2045 mendatang. Salah satunya dengan tercapainya beberapa target prasarana dan sarana pertanian selama 4 tahun terakhir yaitu sejak 2014 sampai 2018.

Mulai dari meningkatnya luasan dan optimasi lahan seluas 1,16 juta hektar (ha) atau meningkat sebanyak 358% dibandingkan tahun 2013 yang hanya 253.321 ha. Kemudian pembangunan sarana air seperti embung, dam parit dan long storage yang mencapai 2.758 unit atau naik sebesar 828,6% dari tahun 2013 yang hanya 297 unit.

Bahkan perbaikan jaringan irigasi tersier seluas 3,4 juta ha bisa rampung dalam dua tahun saja (2015-2017). Lalu, modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan yang mencapai 370.378 unit atau naik sebesar 4.752% dari 2013 yang hanya 7.633 unit.

Pertama dalam sejarah juga digulirkannya Asuransi pertanian berupa Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang melindungi 1 juta ha lahan dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebanyak 120 ribu ekor sapi.

Menariknya, perbaikan infrastruktur dan sarana pertanian telah terbukti mendongkrak produksi pertanian. Karenanya, di tahun 2019 ini prasarana dan sarana pertanian terus dioptimalkan dengan anggaran senilai Rp 4.927.538.742.000 (Rp 4,927 trilliun) atau 23,39%, terbesar kedua dari total anggaran Kementerian Pertanian senilai Rp 21.067.641.815.000 (Rp 21,067 trilliun).

"Proporsi besaran anggaran yang dialokasikan kepada Ditjen PSP ini menunjukkan bahwa program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian masih menjadi prioritas utama pembangunan pertanian nasional," ungkap Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana saat Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan dan Anggaran Ditjen PSP di Bogor, pekan lalu.

Meskipun secara jumlah, Dadih mengakui, anggaran tersebut lebih rendah daripada tahun 2018. Namun anggaran tersebut sangat cukup untuk lima program prioritas Ditjen PSP di tahun 2019. "Perlu diingat, Ditjen PSP merupakan institusi supporting dari ditjen teknis. Karenanya rancangan kegiatan Ditjen PSP mendukung subsektor pangan, hortikultura, ternak dan perkebunan," tambah Dadih.

Reporter : Gsh
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018