Minggu, 08 Desember 2019


Bantuan Embung dan Irigasi Meningkatkan Produksi Padi Petani

09 Peb 2019, 16:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Dirjen PSP Sarwo Edhy meninjau irigasi tersier dan embung di Yogya | Sumber Foto:Rahmat

Dulu jaringan irigasi ini hanya mampu mengairi 50% lahan di sini. Sekarang semuanya seluas 25 hektare sudah bisa diari.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta- Masyarakat petani memerlukan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan embung. Melalui pemberian bantuan dua kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani. Musono, salah seorang petani penerima bantuan ini mengatakan, RJIT  sangat membantu petani meningkatkan produksi padi di Desa Sukoharjo.

 

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian - Sarwo Edhy dalam kunjungan kerjanya ke wilayah DI. Yogyakarta mengatakan produksi dan indek pertanaman (IP) padi di persawahan yang mendapatkan bantuan ini meningkat. Kunjungan ini dilakukan Dirjen PSP usai membuka Ratek.

 

Lokasi pertama yang dikunjunginya adalah irigasi bantuan Pemerintah berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Sukoharjo, Kabupaten Sleman, DIY. Irigasi sepanjang 400 meter ini mampu mengairi lahan sawah seluas 25 hektar yang digarap kelompok tani di sekitarnya.

 

Salah satu petani, Musono mengatakan, RJIT ini sangat membantu petani meningkatkan produksi padi di Desa Sukoharjo. Dia mengaku sekarang petani di desanya sudah tidak khawatir lagi nanti saat musim kemarau.

 

"Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan RJIT ini. Dulu jaringan irigasi ini hanya mampu mengairi 50% lahan di sini. Sekarang semuanya seluas 25 hektare sudah bisa diari," ujar Musono.

 

Bahkan, lanjut Musono, berkat adanya RJIT ini, bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP) dua kali sepenuhnya. Karena sebelumnya tidak setiap tahun lahan di sini bisa mencapai IP dua kali.

 

"Dulu memang bisa tanam dua kali, tapi yang kedua sering tidak maksimal. Tapi sekarang bisa dua kali sepenuhnya tanpa ada kendala," ungkap Musono.

 

Kasubdit Konservasi Air d Lingkungan Hidup, Andi Halu mengatakan, bantuan RJIT dari Pemerintah ini sebesar Rp 27,5 juta. Bantuan ditransfer langsung ke rekening kelompok tani. 

 

"Semua uang bantuan dibelikan bahan material. Dan untuk tenaga kerja semua swadaya dari petani. Sehingga hasilnya lebih bagus," ujar Andi.

 

Di lokasi kedua, Dirjen Sarwo Edhy meninjau embung di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY. Embung dengan luas 25x26 meter dengan kedalaman 2,5 meter ini merupakan bantuan Kementan tahun anggaran 2017. Air yang mampu ditampung mencapai 1200-1500 meter kubik.

 

"Embung ini bisa mengairi areal sawah di sekitarnya hingga 50 hektare. Di sini kebetulan ada 4 kelompok tani yang memanfaatkan embung ini," ujar Indarto, salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

 

Andi Halu mengungkapkan, pembangunan embung ini mencapai Rp 100 juta. Juga merupakan bantuan dari Kementan. Diunhkapkannya, dana bantuan tersebut semuanya digunakan untuk bahan material ditambah dengan dana swadaya masyarakat.

 

"Sejak adanya embung ini, semua areal pertanian di sini IP-nya meningkat 2,5 kali. Sebelumnya maksimal hanya bisa dua kali," kata Andi Halu 

 

Berikutnya, Dirjen Sarwo Edhy menyambangi Desa Bungkirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. Di sini terdapat areal sawah organik yang dikelola Tani Organik Merapi (TOM). Di lahan seluas 5 hektare ini ditanami padi dan sayuran organik.

 

"Dulu kami hanya menanam sayuran organik, tapi sekarang merambah padi organik. Karena permintaannya di daerah sini sudah lumayan. Supermarket juga sudah menerima produk kami," ujar Untung, Koordinator TOM.

 

Dirjen Sarwo Edhy mengatakan, bagi masyarakat petani yang membutuhkan bantuan RJIT atau pembangunan embung, bisa mengajukan ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota masing-masing.

 

"Nanti Dinas bisa meneruskannya ke Ditjen PSP untuk ditindaklanjuti. Bantuan ini diharapkan bisa membantu petani yang unjung-ujungnya bisa mensejahterakan petani," ujar Sarwo Edhy.

Reporter : Rahmat
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018