Senin, 18 Februari 2019


UPJA MANDIRI LAMPUNG Gandeng UPJA lain untuk Optimalisasi Alsintan

11 Peb 2019, 12:08 WIBEditor : Yul

Mengoptimalkan bantuan alsintan yang telah pemerintah berikan

TABLOIDSINARTANI.COM, LAMPUNG - Pemerintah mendorong unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) untuk mengoptimalkan bantuan alsintan yang telah pemerintah berikan. UPJA yang dibentuk kelompok tani maupun gabungan kelompok tani diharapkan mampu memobilisasi penggunaan alsintan kepada petani.

Salah satu UPJA yang hingga kini komitmen untuk optimalisasi alsintan adalah UPJA Mandiri. UPJA yang didirikan pada Desember 2017 tersebut sudah menggandeng beberapa UPJA lainnya di sejumlah kecamatan, kabupaten dan provinsi untuk mengoptimalkan sewa alsintannya.

Di antara sejumlah provinsi yang sudah menjadi langganan sewa alsintan UPJA Mandiri adalah UPJA di Sumatera Selatan dan Lampung. Manajemen UPJA Mandiri juga mengembangkan sewa alsintan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan di Lampung.

“Kerjasama dengan sejumlah UPJA di provinsi dan kabupaten di luar Kabupaten Way Kanan kami lakukan agar tidak ada alsintan yang menganggur,” papar Ketua UPJA Mandiri, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rasid Wahyono, belum lama ini.

Menurut Rasid, petani di Kabupaten Way Kanan pada Desember tahun 2018 lalu sampai Januari 2019 sebagian besar sudah tanam. Diperkirakan, pada Maret 2019 petani di Way Kanan mulai panen. Artinya, selama akhir tahun dan awal tahun 2019 sejumlah alsintan seperti combine harvester (CH) dan Traktor Roda 4 (TR 4) banyak yang tak dimanfaatkan petani Way Kanan.

Alsintan seperti CH yang menganggur tersebut saat ini banyak disewa petani Mesuji, Tulangbawang dan Oku Timur (Sumatera Selatan). Begitu juga untuk TR 4 saat ini banyak dimanfaatkan petani Oku Timur untuk olah tanah. “Kebetulan di daerah tersebut saat ini sudah mulai panen dan langsung olah tanah,” ujar Rasid.

Meski sebagian besar alsintan yang dimiliki UPJA Mandiri banyak disewakan ke luar daerah, lanjut Rasid, di Kabupaten Way Kanan saat ini juga masih ada petani yang olah tanah menggunakan TR 4. “Di Way Kanan saat ini memang masih ada yang olah tanah. Khususnya petani tadah hujan di sini ada juga yang menggunakan TR 4 untuk olah tanah, kemudian ditanami palawija (jagung atau singkong). Namun, areal lahan yang diolah dengan TR 4 ini tak begitu luas,” papar Rasid.

Ia juga mengungkapkan, pengenalan penggunaan alsintan kepada petani yang dilakukan UPJA Mandiri selama dua tahun terakhir cukup mendapat perhatian mereka. Petani di Way Kanan sudah banyak yang mengolah lahan dengan TR 4 dan panen dengan CH. Sebab, mengolah lahan dengan TR 4 lebih cepat. “Petani di Way Kanan yang semula hanya tanam 2 kali setahun, saat ini bisa tanam dan panen 3 kali setahun,” ujarnya.

Reporter : Idt
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018