Selasa, 26 Maret 2019


Rayonisasi, Kapasitas Produksi dan HET Pupuk Bersubsidi

19 Peb 2019, 15:48 WIB

Kapasitas Produksi Pupuk Nasional | Sumber Foto:Ahmad Soim

Untuk distribusi pupuk telah dibuat rayonisasi penyaluran pupuk bersubsidi, Pemerintah membedakan rayonisasi untuk penyaluran pupuk urea bersubsidi dan pupuk NPK bersubsidi

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jayapura - PT Pupuk Indonesia (Persero) yang juga menjadi Holding bagi BUMN produsen pupuk nasional ditugasi pemerintah untuk mengatur pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian secara nasional.

 

"Cakupun yang diatur PT Pupuk Indonesia mulai dari Lini I sampai Lini IV sesuai dengan prinsip 6 tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan muru," jelas Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho saat mendampingi Kunjungan Reses Komisi IV DPR RI di Jayapura, Papua.

 

Terdapat lima perusahaan pupuk BUMN yang terlibat dalam produksi dan distribusi pupuk bersubsidi, yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Total kapasitas produksi pupuk urea dari kelima BUMN ini adalah 8.787.500 ton. Kelima BUMN ini secara total mampu memproduksi pupuk NPK sebesar 3.120.000 ton. Jadi total kapasitas produksinya menjadi 13.157.000 ton.

Untuk distribusi pupuk telah dibuat rayonisasi penyaluran pupuk bersubsidi, Pemerintah membedakan rayonisasi untuk penyaluran pupuk urea bersubsidi dan pupuk NPK bersubsidi (lihat Gambar).

 

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi

NoJENIS PUPUKHET (RP/TON)ALOKASI 2019 (TON)
1

UREA

1.800.0003.825.000
2SP-362.000.000779.000
3

ZA

1.400.000996.000
4

NPK

2.300.0002.326.000
5

ORGANIK

500.000948.000
 TOTAL 

8.874.000

Keterangan: Sesuai Permentan Nomor 47/Permentan/SR.310/11/2018

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018