Rabu, 22 Mei 2019


Petani Sumenep Rasakan Manfaat Langsung Instalasi Pengering UV

10 Mar 2019, 18:47 WIBEditor : Gesha

Petani beruntung adanya instalasi pengeringan UV bisa mendongkrak kualitas gabah | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Anggota kelompok tani lainnya sudah mulai menggunakan instalasi ini, bahkan mereka sudah mempunyai jadwal antrean pemakaiannya. Kapasitas ruangan hingga 6 ton ini tidak pernah kosong dari antrean petani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumenep --- Berkat Instalasi Pengering Ultraviolet (UV) dari Kementerian Pertanian, petani Sumenep kini tidak merasa kebingungan lagi untuk mengeringkan gabah mereka. Sehingga harga gabah yang diperoleh pun jauh lebih layak.

Seperti yang dirasakan petani Desa Matanair Kecamatan Rubaru, Mat Sahri dan istrinya.  Keberadaan instalasi pengering ultraviolet (UV) di desanya membantu mempercepat pengeringan padi hasil panennya.

"Biasanya panen padi saya ini dijemur depan rumah. Butuh 5 hari buat mengeringkan. Itu juga liat situasi cuaca," terang anggota kelompok tani Bunga ini. Kini adanya instalasi ini Mat Sahri hanya butuh 2 hari untuk kering.

Bahkan saat cuaca mendung, apalagi hujan pun dia gak bingung lagi. Padi miliknya tetap kering dan layak untuk digiling. "Kering banget Bahkan ini bisa langsung kita bawa penggilingan setelah ini", tuturnya sambil mencoba menggigit gabahnya.

Anggota kelompok tani lainnya sudah mulai menggunakan instalasi ini, bahkan mereka sudah mempunyai jadwal antrean pemakaiannya. Kapasitas ruangan hingga 6 ton ini tidak pernah kosong dari antrean petani. Ia juga mengajak petani lain yang masih meragukan instalasi ini benar akan membantu panennya. Sahri bahkan menantang mereka yang belum percaya untuk mencoba sendiri 'kehangatan' ruang pengering ini.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab Sumenep melalui Arif Firmanto Kepala Bidang Sarana dan Prasarana mengatakan tahun ini Kementerian Pertanian kembali membantu 2 unit instalasi pengering UV.

"Ahamdulillah Kementan benar-benar memikirkan nasib petani di Sumenep. Sentra produksi bawang merah, jagung dan padi akan makin bergairah bertani", katanya.

Pemerintah Sumenep menunjuk 2 lokasi sentra produksi yaitu Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Pasongsongan. Direncanakan minggu depan instalasi serupa sudah terpasang di Kelompok Tani Sumber Bunga Mandala Desa Rubaru dan Poktan Campaka Putih Pasongsongan.

"Luasan lahan yang akan mendapat manfaat kurang lebih 270 ha dan 13 kelompok tani. Mereka sudah sangat menunggu instalasi ini," terangnya.

Menariknya, instalasi pengering UV ini dapat digunakan untuk pengeringan gabah, bawang merah dan jagung. Sehingga petani bisa memanfaatkannya sepanjang tahun, untuk komoditas apapun. Berdasarkan penelitian dari Balitbang Pertanian,keunggulan instalasi pengering UV ini dapat menekan kerusakan bawang merah dari 20% menjadi 10%, mempertahankan kualitas warna, tektur, dan VRS. Dan yang paling penting daya simpan bawang lebih lama dari 4 minggu menjadi 2-3 bulan mengatasi kendala pengeringan bawang pada musim hujan.

Karenanya, Ketua Poktan Campaka, Haji Fadil  optimis keberadaan instalasi pengering UV ini akan mampu meningkatkan kualitas bawang merah petani. Dirinya bahkan rela menghibahkan tanahnya seluas 800 meter persegi sebagai tempat instalasi. Potensi bawang merah di daerahnya lebih dari 1.000 ha dan sangat butuh pengering ini.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018