Kamis, 18 Juli 2019


Kementan Dorong Optimalisasi Penggunaan Alsintan ke Petani

18 Mar 2019, 14:23 WIBEditor : Gesha

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy memberikan secara langsung sarana dan prasarana alsintan kepada petani | Sumber Foto:INDARTO

Alsintan tersebut kalau dikelola dengan baik bukan hanya mendorong indeks pertanaman (IP) petani dari yang semula 2 kali/tahun menjadi 3 kali/tahun, tapi juga meningkatkan produktivitas tanaman.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jembrana ---- Mekanisasi pertanian yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) kurun empat tahun lalu sudah banyak membantu petani dalam meningkatkan usaha taninya. Untuk itu alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Kementan bisa dioptimalkan penggunaanya oleh petani.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, bantuan alsintan yang diberikan Kementan kepada petani melalui Poktan ataupun Gapoktan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

"Jangan sampai alsintan hanya disimpan di rumah atau dijual. Karena itu harus dioptimalkan supaya tepat sasaran," kata Sarwo Edhy, saat Penyerahan Bantuan dari KKP dan Bantuan Sarana Bidang Pertanian dari Kementan, di PPN Pengambengan, Kab. Jembrana Senin (18/3).

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

"Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari/hektar. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam/ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40% lebih efisien," tuturnya.

Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.

Alsintan tersebut kalau dikelola dengan baik bukan hanya mendorong indeks pertanaman (IP) petani dari yang semula 2 kali/tahun menjadi 3 kali/tahun, tapi juga meningkatkan produktivitas tanaman.

Apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan.

"Seperti yang dilakukan kelompok mahasiswa di Sumatera yang mengelola alsintan dengan mendirikan KUB. Kurun tiga bulan, hasil dari sewa alsintan sudah mencapai Rp 170 juta," jelas Sarwo Edhy.

Sarwo juga mengatakan, alsintan yang dikelola  UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. "Ada salah satu UPJA yang mengelola alsintan kurun dua bulan bisa mendapatkan hasil dari sewa alsintan ke petani Rp 46 juta," ujarnya.

Nah, untuk mendorong Poktan dan Gapoktan di Jembrana dalam mengembangkan dan mengoptimalkan penggunaan alsintan, Kementan melalui Ditjen PSP memberi bantuan traktor roda dua sebanyak dua unit, kultivator 5 unit dan alat panen tanaman 2 unit. Bantuan senilai Rp 650 juta ini diharapkan bisa dikelola secara berkelompok dengan baik.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018