Senin, 19 Agustus 2019


Pilih Cerdas dan Jeli, Hindari dari Pestisida Palsu

05 Apr 2019, 17:41 WIBEditor : Gesha

Pestisida sekarang pun dipalsukan, perlu kejelian dari petani dan pengawasan yang ketat di daerah | Sumber Foto:ISTIMEWA

Mari jadi petani cerdas dengan sanggup mengenali ciri-ciri pestisida palsu.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pelaku Pestisida palsu sudah dibekuk oleh Kepolisian Indonesia. Kurang lebih ada 1500 buah pestisida dari berbagai merek yang dipalsukan. Lantas bagaimana caranya membedakan pestisida palsu ini?

Hingga saat ini ditemukan sekitar 10 hingga 20 persen pestisida palsu yan beredar di pasaran. Dan yang sering terindikasi adalah di daerah zona merah atau daerah yang memiliki komoditas pertanian yang cukup besar seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Banyak modus yang digunakan oleh pelaku usaha nakal untuk memalsukan pestisida mulai dari menggunakan botol bekas (botolnya asli namun isinya dicampur/dipalsukan) hingga mengganti sebagian isi botol dengan bahan lainnya atau bahkan diencerkan sehingga konsentrasi bahan aktif pestisida lebih kecil dari seharusnya.

Pestisida palsu ini pun biasanya dijual dalam jumlah tidak banyak atau bahkan dijual eceran.

Lantas bagaimana cara mengenali pestisida palsu ini?

Dilansir dari Buku Panduan Singkat Anti Pemalsuan Pestisida yang dirilis Croplife Indonesia, petani bisa mewaspadai pestisida palsu dengan memperhatikan kemasan maupun isi dari pestisida palsu, dengan cara berikut ini :

1. Perhatikan botolnya, apakah di belakang label ada bekas lem berwarna putih atau kuning?

2. Apabila label terdiri dari dua lembar, cobalah buka lembar pertama dan bila tidak dapat ditempel lagi dengan mudah maka terindikasi pestisida tersebut palsu.

3. Perhatikan labelnya baik-baik, apakah ada nomor batch?

4. Perhatikan tutup botolnya, apakah ada bekas lem dan apakah menempel sempurna atau bahkan miring.

5. Apabila dibuka, apakah menggumpal, warna cairan dan baunya berbeda?

Pestisida yang terdaftar dan di jual secara resmi di Indonesia telah mengikuti sejumlah pengujian untuk memastikan efektivitasnya terhadap organisme pengganggu tanaman, keamanan terhadap manusia, lingkungan, dan tanaman pertanian.

Dengan demikian pestisida tersebut berfungsi dengan baik untuk melindungi tanaman pertanian dari kerusakan dan meminimalisasi kehilangan hasil panen.

Oleh karena itu sangat dianjurkan agar para pedagang dan petani selalu waspada agar tidak memperoleh pestisida dari sumber-sumber yang tidak jelas.

Jika ragu-ragu, harap petani menghubungi petugas PPL dan jika petani mendapatkan pestisida yang tidak memenuhi standar atau mencurigakan, bisa langsung menghubungi pihak berwajib atau layanan hotline Croplife (24 jam) di 081316641363.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018