Senin, 19 Agustus 2019


Petani Sambut Baik Program Serasi 220 ribu Ha di Sumsel

11 Apr 2019, 21:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Perbaikan kondisi sawah rawa di Kecamatan Air Kembang Banyuasin melalui program Serasi | Sumber Foto:Ahmad Soim

Kegiatan pekerjaan yang dilakukan dalam program Serasi ini lanjut Erwin adalah memperbaiki infrastruktur irigasi, pompanisasi, pencucian lahan, rehabilitasi jaringan irigasi terseier dan penguatan aktivitas kelompok untuk menjadi korporasi petani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin – Petani padi lahan pasang surut   menyambut baik program Kementan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi pasang surut seluas 220 ribu ha di Sumatera Selatan.

Rohim (48) petani padi dengan lahan sawah pasang surut seluas 3 ha mengatakan saat ini baru bisa panen sekali dalam setahun dengan produktivitas 4 ton/ha. Dia berharap melalui program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi) bisa tanam padi 3 kali atau paling tidak dua kali tanam dalam setahun.

“Belum dimulai saja, sudah banyak yang melaksanakan dua kali tanam, karena petani ingin bisa tiga kali tanam dalam setahun. Hanya kondisinya perlu perbaikan. Pemerintah sudah mendukung, kita biasanya kekurangan air pada tanam yang kedua. Bisa diambil dari sungai besar dengan pompanisasi ke sungai kecil,” tambah Rohim petani padi pasang surut di Desa Srikaton, Kecamatan Air Sale, Banyuasin pada sosialisasi Program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani yang dihadiri Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy (11/4).

 Dirjen PSP Sarwo Edhy meminta agar lahan pasang surut di Kecamatan Air Sale seluas 14 ribu ha pada  akhir Mei sudah selesai dikerjakan perbaikan kondisinya 100 persen.  Target secara nasional, tambah Sarwo Edhy, pada  bulan Juli bisa 200 ribu ha dan pada Desember 2019 bisa selesai 500 ribu ha.

Rawa adalah masa depan Indonesia, terdapat 10 juta ha yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif antara lain di Sumaetra Selatan dan Kalsel. “Kita fokus untuk penyelesaian program Serasi di Sumsel karena program disini terbesar,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Erwin Noor Wibowo mengatakan menjadi prioritasnya adalah melakukan   normalisasi irigasi tersier dan pompanisasi, dengan target Mei bisa selesai karena biasanya terjadi kekeringan di lahan rawa.  

Melalui program Serasi ini jelas Erwin, pemerintah daerah Sumsel mentargetkan  bisa meningkatkan IP 100 menjadi IP 200, IP 200 menjadi IP 300, dan yang sudah berhenti di IP200 atau IP300 targetnya adalah meningkatkan produktivitasnya.  “ Akan ada tambahan produksi 600 – 800 ribu ton beras per tahun dari program Serasi ini,” katanya.

Kegiatan pekerjaan yang dilakukan dalam program Serasi ini lanjut Erwin adalah memperbaiki infrastruktur irigasi, pompanisasi, pencucian lahan, rehabilitasi jaringan irigasi terseier dan penguatan aktivitas kelompok untuk menjadi korporasi petani.

Pada musim tanam pertama, lanjutnya petani padi di Sumsel bisa mendapatkan hasil panen sampai 8 ton/ha, namun pada musim tanam kedua petani umumnya hanya dapat 3 ton per ha. Dengan program serasi ini diharapkan produktivitas padi pasang surut pada musim tanam kedua bisa mencapai 5 ton per ha.

 “Kami juga  menyatukan kelembagaan yang ada agar bercorporasi. Atasi masalah dengan permodalannya dan menguatkan pemasarannya,” tambah Erwin kepada Sinar Tani.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018