Selasa, 23 April 2019


Biar Semakin Ahli, Anggota Subak Dapat Pelatihan Alsintan

15 Apr 2019, 14:46 WIBEditor : Gesha

Anggota dari Subak dilatih alsintan | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Guna memudahkan pengoperasian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), anggota atau perwakilan dari sejumlah Subak di Bali diberi pelatihan cara mengoperasikan alsintan dari penyedia alsintan bekerjasama dengan dinas pertanian provinsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, W.Sutama mengatakan, pelatihannya bisa dilakukan di balai pelatihan dinas terkait selama 4-5 hari.

"Pesertanya adalah perwakilan anggota Subak yang mengelola alsintan sebanyak 20 orang," ujarnya W.Sutama, di Jakarta (15/4)

Ia juga mengatakan, Subak yang ada di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana hampir  semuanya menerima bantuan pemerintah alsintan pra panen maupun paska panen.

"Alsintan tersebut dikelola melalui Subak. Sebab, Subak ini merupakan organisasi kemasyarakatan yang langsung berhubungan dengan petani,” kata W.Sutama.

Menurut W. Sutama, alsintan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) di Jembrana ada juga yang langsung dikelola UPJA. Umumnya, UPJA yang mengelola asintan ini dibentuk dari sejumlah petani.

“Jadi, sebenarnya mau dikelola oleh Subak atau UPJA itu tak ada masalah. Apalagi saat ini sudah banyak UPJA yang didirikan sejumlah petani di sini,” paparnya.

Alsintan yang dikelola anggota Subak umumnya bisa berjalan dengan baik, karena manajemen Subak yang dikembangkan di Bali sudah banyak yang mapan."Jadi, alsintan yang dikelola lebih mudah dikembangkan," ujarnya.

W.Sutama juga mengungkapkan Subak di Bali umumnya sudah punya koperasi. Sehingga, pengelolaan alsintan bisa dilakukan bersama koperasi anggota Subak.

"Karena itu, petani yang tergabung dalam Subak tak ada masalah dengan UPJA. Sebab, Subak itu fungsinya tak jauh beda dengan UPJA. Apakah alsintan itu akan dikelola melalui Subak atau UPJA secara tersendiri juga tak ada masalah bagi petani,” paparnya.

Seperti diketahui, Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur dan mengelola sistem pengairan sawah dalam bercocok tanam di Bali.

Masyarakat khususnya petani Bali juga sangat menghormati kearifan lokal yang hingga kini masih dipelihara dengan baik

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018