Sabtu, 17 Agustus 2019


Hingga Juni 2019, Optimalisasi Rawa Capai 40 Persen

18 Jun 2019, 14:50 WIBEditor : Gesha

Optimalisasi lahan rawa hingga Juni 2019 sudah mencapai 40 persen | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

Target pengembangan lahan rawa tahun ini seluas 500 ribu ha. Dari target luas lahan rawa tersebut, seluas 250 ribu ha di Sumsel, 200 ribu ha di Kalsel, dan 50 ribu ha di Sulsel.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Optimalisasi lahan rawa (lebak/pasang surut) menjadi prioritas program Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) sepanjang tahun 2019.  Pengembangan lahan rawa  yang dikemas melalui program selamatkan rawa sejahtera petani (Serasi) hingga akhir Juni 2019 diperkirakan  sudah terealisasi sebanyak 40%  dari target.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, pengembangan lahan rawa difokuskan di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sumatera Selatan (Sumsel) dan  Sulawesi Selatan (Sulsel).

Target pengembangan lahan rawa tahun ini seluas 500 ribu ha. Dari target luas lahan rawa tersebut,  seluas 250 ribu  ha di Sumsel,  200 ribu ha di Kalsel, dan  50 ribu ha di Sulsel.

“Kami juga bekerjasama dengan kementerian dan direktorat lainnya untuk pengembangkan lahan rawa seluas 500 ribu ha. Kami juga  menggandeng sejumlah petani dan kelompok tani  untuk menggarap lahan rawa tersebut,” papar Sarwo Edhy, di Jakarta (17/6).

Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap petani dan kelompok tani dalam mengembangkan potensi lahan rawa seluas 500 ribu ha tersebut.

Karena itu, Kementan melalui Ditjen PSP pun menyiapkan bantuan sejumlah alsintan di Sulsel, Sumsel, dan Kalsel.

Data Ditjen PSP Kementan menyebutkan,  ada sebanyak 71 unit ekskavator yang telah diterjunkan di  Sumsel. Kemudian di Kalsel sebanyak 67 unit ekskavator besar dan 16 unit ekskavator kecil.  Sedangkan di Susel sebanyak 25 unit ekskavator.

“Selain itu kami juga menyiapkan bantuan sejumlah traktor roda dua dan empat untuk petani dan kelompok tani,” ujar Sarwo Edhy.

Mengembangkan lahan rawa, lanjut Sarwo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Berkat dukungan semua pihak, termasuk TNI AD, pengembangan lahan rawa seluas 500 ribu ha di tiga lokasi tersebut bisa berhasil dengan baik.

“Kami yakin dan optimis bisa mengembangkankannya.  Alat-alat berat seperti ekskavator sudah kami terjunkan langsung di tiga provinsi, dan kami perkirakan realisasi program ini sampai Juni 2017 sudah mencapai 40?ri target,” jelas Sarwo Edhy.

Sarwo mengatakan, pengembangan lahan rawa dipastikan bisa mendongkrak produksi petani padi. Bahkan, ke depan lahan rawa akan menjadi lahan alternatif dalam pengembangan industri pertanian. 

Apabila selama ini petani yang membudidaya padi di lahan rawa hanya 1 kali setahun, maka dengan program Serasi tersebut IP diharapkan bisa meningkat menjadi 2 kali,  bahkan 3 kali/tahun.

“Kami juga optimis produksi padi yang di tanam petani di lahan rawa akan meningkat. Apabila sebelumnya hanya sekitar 2,5 -3 ton/ha/musim, nantinya kami harapkan bisa naik menjadi 5 ton/hari, “ ujarnya.

 

Menurut Sarwo Edhy,  potensi lahan rawa di tanah air seluas 32 juta ha. Sehingga, lahan rawa tersebut sangat potensial untuk dikembangkan.

Nah, dari lahan rawa tersebut yang berpotensi untuk lahan pertanian seluas 10 juta ha. “Tahun ini kami targetkan bisa mengembangkan untuk lahan pertanian seluas 500 ribu ha,” pungkas Sarwo.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018