Sabtu, 17 Agustus 2019


Didampingi Babinsa, Petani Tetap Tanam Saat Musim Kemarau

10 Jul 2019, 07:36 WIBEditor : Gesha

Petani terus didampingi babinsa untuk terus bertanam dan panen hingga panen | Sumber Foto:SUPARMAN

Untuk mendukung program swasembada pangan, Suparman mengatakan, Babinsa selalu memberikan pendampingan, baik secara teori maupun praktek langsung agar program swasembada pangan dapat tercapai dan sukses.

 

TABLOIDSINARTANI.COM,Jakarta --- Meskipun beberapa wilayah tengah dilanda kekeringan karena musim kemarau, petani di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tetap melakukan pertanaman padi. Petani mendapatkan pendampingan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 0723/Klaten.

Di lahan milik Sulasto, Babinsa Koramil 23/Ceper jajaran Kodim 0723/Klaten, Koptu Suparman nampak tengah membantu petani di wilayah binaannya membajak sawah menggunakan traktor di lahan seluas sawah 2.200 meter persegi. Pendampingan pengolahan lahan tersebut merupakan salah satu kegiatan mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT).

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk tugas TNI bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)  Kecamatan Ceper dalam mendampingi petani dalam bercocok tanam, terutama untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah, sehingga tercipta swasembada pangan yang mencukupi,” tutur Suparman.

Suparman mengatakan, dalam pendampingan itu pihaknya memotivasi, memantau dan memonitoring kepala desa (kades) dan ketua kelompok tani  (poktan) tani makmur. “Kami menghimbau petani yang sudah panen segera menggarap lagi lahannya selama masih ada air,” ujarnya.

Selain memberikan pendampingan saat tanam, bertempat di sawah Sadimin, Koptu Suparman juga mendampingi saat panen padi. “Pada musim tanam ketiga ini, kita tidak boleh lengah, tetap harus semangat dan sebagai motivator petani untuk menjadi contoh dalam menyukseskan program pajale, khususnya padi,” tegasnya.

Untuk mendukung program swasembada pangan, Suparman mengatakan, Babinsa selalu memberikan pendampingan, baik secara teori maupun praktek langsung agar program swasembada pangan dapat tercapai dan sukses. Varietas padi yang ditanam petani jenis Situbagendit seluas 1 ha, dengan hasil panen kurang lebih 6,3 ton/ha gabah kering panen.

“Kami berharap pendampingan mendorong petani menanam padi secara serentak dan hasil panen padi bisa lebih baik, sehingga petani dapat membawa keuntungan petani karena semua tata cara kelola sudah sesuai anjuran dan arahan PPL maupun Babinsa,” tuturnya.

Danramil 23/Ceper Kapten Inf Dwi Haryono menegaskan, kegiatan yang dilakukan anggotanya merupakan bentuk upaya membantu petani dalam mengatasi kesulitan dalam usaha tani dan berupaya menyukseskan swasembada pangan. Dengan adanya Babinsa yang terjun langsung di lapangan diharapkan dapat meningkatkan motivasi serta semangat petani.

“Kami selalu memberikan penekanan dan motivasi kepada para Babinsa untuk mendukung program swasembada pangan di wilayah desa binaan masing masing, sehingga apa yang diharapkan oleh Komando atau pemerintah bisa tercapai dengan baik dan berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Sadimin mengucapkan banyak terima kasih kepada Babinsa dan anggota TNI yang telah membantu kegiatan panen. “Saya sangat senang dengan kehadiran babinsa di desa kami yang selalu membantu petani maupun masyarskat dan tidak pernah mengeluh, selalu semangat dan setia mendampingi para petani mulai dari awal pengolahan sampai dengan panen,” ungkapnya.

Dukungan TNI

Sementara itu Waster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam menanggulangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Dukungan itu antara lain melibatkan langsung personel TNI yang ada di seluruh daerah.

"Kita dalam melaksanakan operasi militer, selain perang salah satunya adalah mengatasi kekeringan atau bencana alam. Maka itu, kita menjalin bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan pendampingan," ujar Gathut.

Menurutnya, TNI selama empat tahun terkakhir sudah melibatkan diri pada penanganan dampak kekeringan. Pengalaman itu,  menjadi bekal bahwa pemetaan wilayah dan pompanisasi menjadi penting dan harus dikerjakan bersama-sama.

"Soal mitigasi, tentu kita sudah memiliki pengalaman banyak karena beberapa kali kita turun ke lapangan bersama Kementan, menanggulangi kekeringan itu tidak bisa sendirian. Bagaimanapun harus ada sinergitas," katanya.

Gathut mengatakan, dukungan lain yang juga sedang dikerjakan TNI adalah mendirikan posko mitigasi kekeringan di daerah-daerah yang terkena dampak. Beberapa diantaranya ada di kawasan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan provinsi lain diluar pulau Jawa.

"Selama ini kita sudah melakukan pendampingan Upsus yang diinisiasi Babinsa. Di sana, mereka juga mengawal pembagian air supaya tidak rebutan dan menjebol titik air. Kemudian kita ikut mengawasi jalannya pompanisasi serta menjaga keamanan dan ketertiban lain," katanya. 

Reporter : SINAR TANI
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018