
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat menghadiri syukuran pesta panen masyarakat Dusun Pollegen, Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang
TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara --- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat menghadiri syukuran pesta panen masyarakat Dusun Pollegen, Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang, beberapa waktu lalu.
Di hadapan warga dan para petani, Andi Rahim menekankan bahwa sektor pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi semata, melainkan tanggung jawab besar pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pertanian itu terlalu penting. Ketahanan pangan itu sangat krusial. Bagi kami di pemerintah, ini adalah tanggung jawab negara.
Bagaimana memastikan sektor ini terus mendapatkan perhatian penuh, dijaga, dan dikembangkan demi menjaga kedaulatan pangan kita bersama,” tegasnya.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah dalam tradisi pesta panen tersebut menjadi simbol nyata keberpihakan pemerintah terhadap para petani. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga harus turun langsung mendengar aspirasi masyarakat di lapangan.
“Kedatangan kami ke sini bukan sekadar memenuhi undangan atau seremonial belaka. Ini adalah wujud komitmen kami dan bukti nyata keberpihakan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kepada para petani yang telah bekerja keras menafkahi daerah ini,” lanjut Andi Rahim.
Suasana haru turut menyelimuti acara tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Luwu Utara itu disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat, terutama para petani yang telah puluhan tahun mengelola lahan pertanian di wilayah tersebut sejak era 1980-an.
Salah satu tokoh masyarakat Dusun Pollegen, Nasir, mengungkapkan bahwa warga selama ini selalu berharap pemerintah hadir langsung melihat kondisi pertanian mereka. Harapan itu, kata dia, akhirnya terjawab pada musim panen tahun ini.
“Seingat kami, lahan di sini sudah digarap sejak tahun 80-an. Selama ini kami selalu berharap kapan pemerintah akan benar-benar melihat dan memperhatikan kami. Alhamdulillah, harapan itu terjawab musim panen ini. Bapak Bupati bersedia hadir di tengah kami dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan para petani,” ujar Nasir penuh haru.