
Dirjen TP Sumardjo Gatot Irianto menekankan pentingnya generasi millenial untuk menjadi nafas baru pertanian Indonesia
TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Generasi Millenial kini menjadi nafas dan harapan baru pembangunan pertanian. Karenanya motivasi harus terus digelorakan pada mereka. Seperti yang dilakukan Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP), Sumardjo Gatot Irianto kepada mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma).
"Mulalilah dari sekarang para mahasiswa seharusnya bisa menjual produk dari perusahaan atau hasil produk sendiri secara online, silakan asah kemampuan berjualan bisa diawali sesuai kesukaan jualan makanan, pakaian, benih, telur, daging, dll, penekanannya tidak harus memiliki produk tapi menguasai pasar," tuturnya pada 230 orang peserta kuliah umum yang terdiri dari mahasiwa dan dosen dari Polbangtan Yoma, Sabtu (9/2).
Karena itu, upayakan barang bagus dengan harga kompetitif. Salah satu caranya dengan brand baru. "Contohnya ojek pangkalah yang sudah ada sejak lama. Namu saat ini bermunculan ojek online maupun taksi online dan langsung menguasai lapangan secara cepat. Karenanya, pelajarilah perbedaannya lantas bikin strategi dan praktekkan sesuai strategi ojek online," tutur Gatot.
Khusus untuk Polbangtan, Dirjen TP Gatot menuturkan harus ada 2 fokus utama yang dikembangkan agar Polbangtan Yoma menjadi Perguruan Tinggi berdaya saing, yaitu magang di perusahaan dan penumbuhan wirausahawan mandiri dengan pemanfaatan era Keberlimpahan Teknologi.
"Mulailah memagangkan mahasiswa sejak semester awal, tumbuhkan lingkungan favorabel utk milenial, magang bisa dikemas dalam masa liburan, lamanya magang diupayakan meningkat seiring meningkatnya semester. Dengan target pada tingkat 3 magang mahasiswa sudah bisa dibayar oleh perusahaan tempat magang, seiring meningkatnya kemampuan skill mahasiswa," tukasnya.
Selanjutnya yaitu penumbuhan jiwa wirausaha mandiri melalui pemanfaatan era keberlimpahan teknologi. "Praktekkan pemanfaatan teknologi gadget dan internet untuk bisnis sampai dengan membuat toko online," tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan perlunya ide out of box, seperti inisiasi inovasi waktu kuliah malam hari dan dilakukan secara online sehingha waktu pagi sampai sore bisa dilakukan untuk kegiatan bisnis mahasiswa secara nyata baik melalui magang maupun membuka toko online. "Tatap muka klasikan bisa dilakukan 1,5 bulan sekali dengan membahas perkembangan yang terjadi," tuturnya.
Gatot percaya Rajiman sebagai Direktur Polbangtan Yoma mampu memajukan Polbangtan dengan menjalin jejaring pada dunia usaha dan dunia industri sebagai salah satu upaya menghasilkan lulusan job creator maupun job seeker.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti yang turut hadir mendampingi Dirjen TP, Sumardjo Gatot Irianto menyatakan siap bersama untuk memformulasikan pemagangan mhsw, pemanfaatan era keberlimpahan teknologi untuk memulai bisnis online dan inovasi waktu perkuliahan, dengan tetap dalam koridor pendidikan pertanian.