Minggu, 21 Juli 2019


Agar Kapabilitasnya Meningkat, Analis Laboratorium Balitbangtan Dapat Pelatihan ISO 17025:2017

25 Apr 2019, 09:16 WIBEditor : Gesha

Ketua Tim Akreditasi Balitbangtan Bram Kusdiantoro mengatakan pelatihan sistem mutu ISO 17025:2017 sangat penting bagi analis lab | Sumber Foto:INDARTO

Pelatihan sistem mutu ISO 17025:2017 sangat penting bagi analis lab.Supaya data yang dianalisis diakui dunia internasional, standarisasi analisa lab sama dengan yang diberlakukan di dunia internasional

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang-- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) secara bertahap tak hanya melakukan akreditasi laboratorium (lab) yang ada di 65 satuan kerja (Satker), tetapi juga pelatihan bagi analis laboratorium yang ada di sejumlah Satker agar kapabilitasnya meningkat.

Ketua Tim Akreditasi Balitbangtan Bram Kusdiantoro mengungkapkan, selain akreditasi laboratorium, Balitbangtan perlu memberi tambahan pelatihan kepada analis lab agar kapabilitasnya meningkat dan kompeten.

"Jumlah analis di lab semakin sedikit, karena pensiun. Sementara perkembangan teknologi makin bagus dan analis harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara agar mereka tak ketinggalan perkembangan teknologi, kami lakukan pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas mereka," kata Bram Kusdiantoro, di sela Pelatihan Sistem Mutu ISO 17025:2017, di Malang (24/4).

Bram mengatakan,  karena keterbatasan anggaran di sejumlah Satker, pelatihan analis laboratorium akhirnya dilakukan Balitbangtan.

"Mereka kita kumpulkan untuk mendapatkan pelatihan setahun sekali. Nanti ada beberapa Satker lagi yang akan kami beri pelatihan," ujar Bram.

Menurut Bram, pelatihan sistem mutu ISO 17025:2017 sangat penting  bagi analis lab. Sebab, pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini sangat dibutuhkan analis lab saat  bertugas.

"Supaya data yang dianalisis diakui dunia internasional, standarisasi analisa lab sama dengan yang diberlakukan di dunia internasional. Artinya, selain labnya  distandarisasi, petugas atau analisnya juga harus kompeten," papar Bram.

Bram juga mengatakan, apabila SDM, khususnya analis lab-nya sudah kompeten dan lab-nya juga sudah di standarisasi, hasil penelitiannya akan diakui dunia internasional.

"Sebab tujuan kita nantinya, supaya hasil penelitian tak sekadar untuk masyarakat dalam negeri, tapi  bisa dimanfaatkan masyarakat dunia (manca negara)," kata Bram.

Menurut Bram, dari 142 lab yang berada di bawah  naungan Balitbangtan  sudah sekitar 80% yang diakreditasi. Sedangkan sisanya perlu ditingkatkan kapabilitasnya.

"Lab-lab yang sudah diakreditasi ini harus dijaga keberlanjutannya. Sebab, kalau tidak dijaga dengan baik akreditasinya bisa menurun. Karena itu kita perlu SDM yang kompeten untuk menjaga lab yang sudah diakreditasi," kata Bram.

Bram juga mengungkapkan,  lab yang sudah diakreditasi dengan SDM kompeten hasil penelitiannya diakui masyarakat dunia.

"Lab-lab besar yang sudah diakreditasi umumnya masih terpusat di Jawa,khusunya Jabotabek dan Bandung. Karena itu, yang lain pun perlu ditingkatkan. Sehingga, kami juga ingin mengembangkan lab dengan SDM kompeten di luar Jawa," pungkas Bram. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018