Wednesday, 19 February 2020


Membuat Cabai Giling Lebih Tahan Lama

13 Feb 2020, 17:06 WIBEditor : Clara

Cabai merah segar dan cabai merah yang sudah digiling | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Harga aneka cabai saat ini sedang melonjak tajam. Untuk cabai keriting merah, saat ini sedang berkisar Rp 50 ribu per kg, sedangkan cabai rawit merah menembus hingga Rp 85 ribu per kg di pasaran. Dengan harga yang mahal, tentu pembelinya pun menurun, sehingga sering terjadi kebusukan di pasar. Agar tidak mudah busuk, cara yang paling praktis yakni dengan menggilingnya.

Cabai giling memiliki beberapa keunggulan, yakni: lebih awet, lebih praktis, mudah didistribusikan, warna alami, dan dapat digunakan sebagai bahan dasar bumbu. “Cabai giling dapat digunakan sebagai bumbu balado, bumbu sambal goreng, bumbu asinan dan masih banyak lainnya,” kata Peneliti dari Balai Besar Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Sunarmani.

Selama ini pembuatan cabai giling hanya digiling lalu dimasukan ke wadah, tetapi sayangnya dengan cara seperti ini, dalam tiga hari cabai giling cepat busuk walaupun sudah menyimpannya di dalam lemari pendingin (kulkas).

Agar cabai giling dapat lebih tahan lama, diperlukan tindakan-tindakan lainnya. Misalnya cabai yang digunakan masih segar tanpa cacat, lalu dikukus agar bau menyengat dari cabai tidak terlalu kentara. “Agar cabai giling lebih awet, tidak hanya sebatas diblender saja. Melainkan ada tindakan lainnya. Sebelum diblender, cabai dikukus dahulu, baru diblender. Setelah itu, dimasak dan dikemas,” jelas Sunarmani..

Untuk membuat cabai giling yang tahan lama, peralatan yang dibutuhkan adalah kompor, wajan, pisau, talenan, blender, baskom, spatula kayu, botol kaca untuk kemasan, dandang, sendok, dan timbangan. “Untuk bahannya kita memerlukan cabai merah segar 1 kg dan garam 50 gr sebagai pengawet alami,” tambah Sunarmani.

Pertama kali yang dilakukan adalah pemilahan cabai merah. Pilihlah yang segar dan tidak cacat karena kalau ada yang cacat biasanya akan mempengaruhi rasa dan tingkat daya tahan. Buang tangkainya, cuci dengan menggunakan air mengalir sambil digosok-gosok dengan tangan agar kotoran yang menempel pada cabai hilang. Potong-potong, kukus selama 10-20 menit. Setelah itu, dinginkan sebentar, lalu blender sampai setengah halus.

Cabai yang telah diblender, masak dengan menggunakan wajan di atas api sedang. Tambahkan garam dan aduk-aduk dengan menggunakan spatula kayu. Setelah mendidih, matikan kompor dan aduk-aduk kurang lebih 5 menit. “Agar lebih awet lagi, tambahkan pengawet K-sorbat sebanyak 0,5 gr,” kata Sunarmani.

Sebelum dikemas di dalam botol, botol harus disterilkan dulu. Cara mensterilaknnya yakni dengan mengukusnya selama 30-60 menit. Baru setelah itu, masukkan cabai giling yang telah dimasak ke dalam botol. Setelah dimasukkan ke dalam botol, lakukan pasteurisasi dengan cara mengukus selama 15-20 menit. Lalu angkat dan dinginkan. “Dengan cara seperti ini kita tidak perlu menyimpannya di dalam lemari pendingin, cukup disimpan di dalam suhu ruangan cabai giling dapat tahan lebih lama. Hindari menyimpannya di bawah sinar matahri langsung karena akan lebih cepat berair,” saran Sunarmani.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018