Monday, 10 August 2020


Traktor Petani Indonesia dan Afrika, Milik Siapa?

30 Jun 2020, 10:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Traktor robot | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

Oleh: Dr Memed Gunawan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Tidaklah mudah mengembangkan usahatani kecil-kecil,  kalau mereka tidak disatukan dalam unit usaha besar yang mampu menolong dirinya sendiri.

Teringat di sebuah negara kecil di Afrika, pertaniannya skala kecil,  yang lahan pertaniannya kering, petaninya miskin dan teknologinya jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan di Indonesia. Petaninya tiap tahun menunggu bantuan untuk mengolah tanah.  Pemerintah akhirnya memberikan bantuan jasa pengolahan tanah yang dilakukan sebuah perusahaan, tidak memberi bantuan traktor. Itu pun banyak dibiayai oleh lembaga bantuan dunia.

Di Indonesia, petani mendapatkan bantuan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan pendapatannya. Bantuan untuk petani mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari pengenalan dan subsidi benih unggul, subsidi pupuk dan subsidi bunga bank. Kemudian, dalam  satu dekade terakhir pemerintah memberikan bantuan berupa benih gratis, subsidi pupuk dan bahkan traktor, perontok  dan alat pengering gabah.

Bantuan bantuan seperti itu sudah dilakukan pemerintah sejak tahun 90-an. Harapannya agar bisa  meringankan biaya produksi supaya  petani menggunakan faktor produksi dengan lebih baik, kuantitas maupun kualitasnya. Dengan demikian petani akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan kesejahteraannya meningkat. Kesejahteraan  petani adalah salah satu tujuan utama dalam pembangunan pertanian.

Bagaimana hasil bantuan bantuan tersebut? Dengan bantuan traktor dan alat mesin pertanian lainnya, petani bisa mengolah tanahnya dengan lebih cepat, merontokkan padinya lebih cepat, dan mengeringkan gabahnya lebih cepat. Kehilangan hasil pasca panen pun bisa ditekan.

Program berikutnya yang teramat penting adalah bagaimana pola pemanfaatan bantuan traktor, perontok, pengering, apalagi combine harvester ini agar manfaatnya bisa maksimal?

Penyerahan peralatan kepada petani sebagai bantuan pemerintah tersebut adalah kepemilikan Bersama dalam kelompok tani atau Gapoktan atau Lembaga petani lainnya.  Pertanyaannya adalah siapa yang akan lebih banyak menggunakan, siapa yang bertanggungjawab untuk memelihara dan memperbaiki, siapa yang akan membayar ongkosnya, ke mana memperbaiki, apakah ada bengkel yang bisa memperbaiki? bagaimana memindahkan peralatan itu dari satu tempat ke tempat lain untuk melayani petani yang jadi anggotanya?

Pertanyaan pertanyaannya tentu harus dijawab terutama agar bantuan tersebut efektif membantu petani dalam melakukan kegiatan produksinya dan dalam jangka panjang memicu petani untuk membangun kerjasama di antara mereka meningkatkan usaha bersama.  Wallahualam

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018