Friday, 07 May 2021


Membangun Penyuluh Gratisan

10 Aug 2020, 16:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Penyuluhan pertanian | Sumber Foto:Dok

Oleh: Dr Memed Gunawan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Pada tahun 1990-an pernah ada eksperimen menarik. Beberapa orang lulusan S1 sebuat Perguruan Tinggi di Bandung diterjunkan ke lapangan di Sukabumi Selatan untuk membantu petani.

Mereka bukan PNS dan bukan pula tenaga kontrak atau honorer penyuluh, tetapi anak muda yang menawarkan jasa dengan mendapat imbalan. Imbalan yang tidak memberatkan siapa pun, baik pemerintah maupun petani. Mereka pencari kerja dengan menawarkan jasa untuk memberikan bimbingan usaha dan mencarikan pasar produk pertanian buat petani.

Mereka akan mendapat bagian dari peningkatan pendapatan petani sebagai imbalan atas jasanya. Petani memperoleh peningkatan pendapatan dan anak-anak muda yang kreatiF ini memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Dikabarkan petani cabai bimbingan anak-anak nekat itu memperoleh pendapatan lebih tinggi karena produksi cabainya meningkat dan mendapatkan pasar yang baik sehingga hasil penjualannya lebih tinggi. Win-win, kan?

 Di dunia penyuluhan moderen, yang namanya penyuluhan swadaya lebih berperan karena model penyuluhan dan materi penyuluhan menjadi lebih spesifik, bisa berdasarkan komoditas, berdasarkan fungsi atau berdasarkan jenis usaha. Lembaga penyuluhan profesional swasta berkembang dan profit oriented. Mencari keuntungan. Informasi teknologi dan pasar bukan lagi gratisan. Ketika informasi teknologi sudah menjadi kebutuhan petani, mereka akan mencari, membeli dan bahkan mencuri informasi. Pernah dikabarkan, padi di lahan percobaan/penelitian di Subang dicuri petani karena mereka tidak sabar lagi untuk menanam padi varietas unggul hasil penelitian.

 

 Penyuluh yang Bukan Penyuluh

 Industri benih sudah dikenal sebagai industri hulu pertanian yang sangat penting dan bisa sangat besar berskala multinasional. Bagi industri benih, mengenalkan benih kepada petani tidak bisa lepas dari kegiatan penyuluhan. Berbagai demplot dan sejumlah pertemuan intensiF dalam rangka pengenalan benih tersebut kepada petani tidak lain adalah penyuluhan.

Demonstrasi plot di lapangan tidak berbeda dengan demplot dan demfarm yang dilakukan oleh penyuluh pertanian yang dirancang pemerintah. Demikian juga materi penyuluhan, pelatihan dan peningkatan pengetahuan penyuluh merupakan kegiatan penting dalam promosi benih mereka.

 Perusahaan pengolahan produk pertanian atau pemasaran skala besar juga mengandalkan penyuluh yang bekerjasama dengan petani untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang diminta untuk prosesing maupun Pemasaran. Dalam banyak kasus, penyuluh tipe ini berperan juga sebagai kolektor produk petani dan pada gilirannya menjadi mitra perusahaan sebagai pemasok bahan baku kepada industri pengolah atau perusahaan pemasar. Penyuluhan dengan pola ini dalam banyak hal lebih cepat berkembang karena langsung terkait dengan pemasaran dan penghasilan. Insentif berupa uang memang efektip. 

 Pada tahun 1990-an banyak kelompok tani dan pesantren yang menjadi pemasok sayuran untuk super market yang telah menetapkan standar kualitas tertentu. Pola ini berhasil dengan baik dalam hal peningkatan kualitas produk. Permasalahan yang muncul bukan pada kualitas produk tetapi pada sistem pembayaran kepada petani yang kurang menunjang karena menggunakan sistem konsinyasi yang merugikan petani. Tidak diragukan lagi, keberhasilan kerjasama ini harus dari dua aspek, pertama pemenuhan standar kualitas, dan kedua sistem insentif yang memberi penghasilan yang layak kepada petani.

 Pade periode yang sama kita juga belajar dari pengembangan komoditas di suatu wilayah karena menyontoh keberhasilan sebagian orang yang sudah berhasil melakukan usaha tersebut. Perkembangan suatu komoditas di suatu lokasi sampai menjadi sentra produksi penting banyak terjadi karena ada satu-dua pionir yang berhasil mengusahakan komoditas tersebut. Lambat laun daerah itu menjadi sentra produksi komoditas tersebut.

 Tidak salah jika pemerintah mengirimkan transmigran petani padi ke beberapa daerah transmigrasi, sehingga daerah transmigrasi berhasil menjadi sentra produksi padi dan daerah persawahan penting.

 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018