Sunday, 29 November 2020


Mentan SYL Buka Bukaan Kostratani dan Korporasi Petani

21 Nov 2020, 12:36 WIBEditor : Ahmad Soim

Mentan SYL buka bukaan Kostratani dan Korporasi Petani kepada wartawan salah satunya Wartawan Sinar Tani Ahmad Soim | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Banyak korporasi petani akan dibangun  oleh Kementerian Pertanian pada tahun ini dan tahun depan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Sinar Tani mengatakan pada tahap awal, sebagai kebijakan nasional,  setiap propinsi  akan dibangun dua korporasi petani. SYL berharap, setiap  propinsi membuat percontohan sendiri 5 korporasi, kabupatan bisa membuat 3 atau tujuh korporasi. 

Kita menyadari, lanjut Mentan SYL, tangannya kementan hanya sampai di propinsi. Sekarang kami mau terobos, Kementan tidak hanya sampai propinsi. Kita sama sama dengan gubernur, sama sama dengan bupati, makanya kita buat Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) di kecamatan. Di kecamatan inilah, kebijakan ini kita matangkan. Kita ketemu di sana, di Kostratani.

Kostratani yang ada itu karena Indonesia sangat luas, berada dalam satu manajemen digital Agriculture Waar Room (AWR). Pakai digital. Dalam Kostratani  selain koordinasi kebijakan pemerintahan yang ada, disitu juga ada pematangan konsep lapangan sesuai dengan kondisi lokal masing masing. 

Kostratani itu juga ada melakukan pemetaan (mapping) komoditi yang ada sekaligus data dan informasi yang ada disitu. Dalam wilayah kecamatan itu, juga jadi pasar digital, makanya Kerjasama dengan lapak digital dan lainnya. 

Dengan adanya Kostratani dan AWR, Mentan mengatakan minimal semua PPL dan kelompok tani bisa bicara langsung sama saya setiap minggu. Atau dua bulan sekali minimal mereka dengar suara saya. Dan saya juga bisa dengar perwakilan mereka setiap minggu atau minimal dua kali, dalam satu bulan dua kali apa sih suara mereka. Misalnya ada kurang pupuk, oke saya cek sekarang, tunggu kita beresin sekarang juga. Kita kejar terus, misalnya yang diminta kelompok tani itu, bis akita lihat di AWR, ternyata dia tidak terdaftar dalam e RDKK. Ternyata dia masuk di perkebunan. Nggak bisa. Yang lahannya lebih dari dua ha tidak diperkenankan.

Wujud manfaat Kostrtani saat ini ada komunikasi. Misalnya ada propinsi kemarin alsintannya   ternyata jatuh ke kabupaten lain, itu tugas kepala dinas untuk mengaturnya. Itu urusan gubernur, karena antar kabupaten. Jadi kita di Kementan jangan merasa lebih pintar, mereka jauh lebih tahu. Kenyataannya data kita lebih baik dengan adanya AWR dan Kostratani, sedikit sedikitkah. 

Dalam Korporasi petani itu harus ada manajernya.  Saya berharap kalau program korporasi petani ini berjalan, sambil belajar masing masing wilayah yang berbeda beda, kita berharap Gubernur dan Bupati ikut memberikan input pada korporasi.

Sebagai Menteri saya berharap dan mau anak anak milenial disitu yang menjadi manajer korporasi, kita latih dengan baik menjadi manajer.  Dengan pendekatan militansi dan sensitivitas yang mereka miliki, anak anak muda itu akan lebih kreatif dan kritis. Dari sana, dia akan wujudkan pertanian digital, pertanian 4.0.

Reporter : Som
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018