Sabtu, 14 Desember 2019


Tumpangsari Sereh Wangi-Jagung, Empat Bulan Kembali Modal

25 Nov 2019, 16:32 WIBEditor : Yulianto

Djanuardi, petani sereh wangi Solok | Sumber Foto:Dok. Djanuardi

anam sereh wangi bisa ditumpangsari dengan jagung. Artinya, sambil tanam sereh wangi, petani bisa tanam jagung di lorong (sela) sereh wangi

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok---Sereh wangi bisa menjadi pilihan usaha tani yang menjanjikan bagi masyarakat. Tanaman ini bisa tumbuh subur ketika dibudidaya di lahan marginal, lereng pegunungan dan bekas tambang. Sereh wangi pun bisa ditumpangsari dengan jagung yang hasilnya menguntungkan.

Djanuardi (64) salah satu pensiun DLLAJR Prov. Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, sereh wangi mudah ditanam dan dipelihara. “Setelah pensiun saya menekuni budidaya sereh wangi di Solok. Tepatnya pada tahun 2012 lalu saya budidaya tanaman bahan baku minyak atsiri tersebut. Hasilnya pun lebih besar dibading ketika saya masih jadi PNS,” papar Djanuardi, di Solok (25/11).

Menurut Djanuardi, tanam sereh wangi bisa ditumpangsari dengan jagung. Artinya, sambil tanam sereh wangi, petani bisa tanam jagung di lorong (sela) sereh wangi.  Bahkan dengan tumpangsari jagung-sereh wangi dalam 4 bulan petani sudah balik modal.

Sebab, dalam jangka waktu 4 bulan tanaman jagung bisa dipanen. Kalau dikalkulasi, hasil panen jagungnya bisa mencapai Rp 15 juta, atau  setara dengan biaya tanamn sereh wangi seluas 1 ha.  “Apa nggak untung , kalau dalam waktu 4 bulan sudah BEP. Petani sereh wangi juga untung berlipat, karena  setelah umur 6 bulan tanaman sereh wangi bisa dipanen perdana. Selanjutnya, sereh wangi bisa dipanen daunnya tiap tiga bulan sekali. Sehingga, petani bisa panen sereh wangi 4 kali/tahun,” paparnya.

Ketua Perhimpuam Petani dan Penyuling Minyak Atsiri (P3MA) Sumbar ini juga mengatakan, ada 11 ha lahan yang sudah ditanami sereh wangi. Bahkan, ia mengaku penghasilan dari budidaya sereh wangi yang sudah disuling sekitar Rp 32 juta/bulan (kotor).  Kemudian, dari limbahnya, berupa air  bisa dijual dengan harga  Rp 500 ribu/bulan.Nah, kalau dijual dalam bentuk daun (gelondongan) harganya Rp 800/kg.  

“Dalam 1 ha, petani bisa panen  daun sereh wangi 8-10 ton tiap 3 bulan. Apabila harga daun sereh wangi Rp 800/kg,  petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 6,4 juta tiap 3 bulan,” ujarnya.

Analisasi Usaha Tumpangsari Jagung-Sereh Wangi:

Biaya Budidaya Jagung:

1. Biaya garap lahan        =  0,0   % ( masuk ke biaya sereh wangi)

2. Beli benih jagung 15 kg = Rp    195.000.

3. Pupuk Lengkap 400 kg  = Rp  1.200.000.

4. Penyiangan 20 hok       =  Rp 1.600.000

5. Panen 10 hok               =  Rp    800.000

6. Biaya pipil/rontok jgg   =   Rp 1.000.000

               Total                =   Rp 4.595.000

 Biaya Budidaya Sereh Wangi (1 ha):

1. Pembersihan lahan                                = Rp 2.000.000.

2. Pembuatan lobang tanam 30x30x30 cm

    10.000 buah  x Rp 500                           = Rp  5.000.000

3. Benih 10.000 batang x Rp 400                =  Rp 4.000.000

4. Upah tanam 10.000 x Rp100                   =  Rp 1.000.000

5. Pupuk kandang 5.000 kg xRp 400            =  Rp 2.000.000

6. Hok Pemberian pupuk kandang                =  Rp 1.000.000 

                          Total                                =  Rp15.000.000

*) Kegiatan ini dihitung kerja secara manual. Apabila pengolahan lahan pakai traktor, bisa hemat lagi.

Dari analias usaha tersebut, selama 4 bulan petani sudah balik modal. Hal tersebut bisa dilihat dari kalkulasi di bawah ini :

 1. Hasil jagung pipil 1 ha minimal  5.000 kg x Rp 4.000

            - Pendapatan : 5.000 kg x Rp 4. 000  : Rp 20.000.000

-Biaya/modal produksi jagung......,      Rp  4.595.000

                                    Selisih..........:.........       Rp 15.405.000.

2. Biaya modal kebun Sereh Wangi seluas 1 ha dengan  jarak tanam 1 x 1 m dengan benih 10.000 batang maksimal  Rp 15.000.000

 

Menghitung Produksi Minyak Sereh (1 ha) dengan asumsi rata-rata  panen daun 8.000 kg adalah:

1. Harga daun segar 8.000xRp700    .... Rp 5.600.000

2. Biaya Suling 8 x Rp 300.000.........     Rp 2.400.000

                                         Total...............Rp 8.000.000

3. Pendapatan dengan rendemen  0,8 % :

    - Daun 8.000 kg x 0,80 % : 64 kg.

    - Minyak 64 kg x Rp170.000 .......  Rp  10.880.000

    - Sisa lebih dari produksi minyak...Rp     2.880.000

Jadi, total perolehan pendapatan produksi minyak 1 tahun  adalah 4 x Rp 2.880.000 : Rp11.520.000  (belum termasuk keuntungan panen daun di kebun).

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018