Wednesday, 22 January 2020


Kepincut Keciput Maya Sari dari Nalumsari

25 Dec 2019, 07:42 WIBEditor : Gesha

Keciput menjadi oleh oleh khas dari Jepara | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jepara---Keciput menjadi salah satu camilan khas Kota Kudus dan Jepara. Karena itu jika sempat jalan-jalan ke kedua kota tersebut, jangan lupa membawa oleh-oleh makanan ringan yang diselimuti wijen tersebut. 

Makanan tradisional ini cocok untuk menemani minum teh atau kopi. Teksturnya pun empuk saat digigit. Salah satu yang memproduksi keciput adalah industri rumah tangga (IRT) Maya Sari milik Siti Khanifah. Lokasinya di Dusun Kates, Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten  Jepara. 

Menurut Siti Khanifah, pemilik usaha rumah tangga Maya Sari, keciput merupakan jenis makanan ringan yang bentuknya seperti kacang tanah atau sebesar ibu jari anak-anak. Bahan baku pembuatannya  tepung ketan, gula, telur, santan dan garam. "Jangan lupa wijen untuk membaluri bagian luar keciputnya," katanya kepada tabloidsinartani.com.

Khanifah mengatakan, awal usaha dimulai sejak tahun 2013. Namun saat itu dirinya sebatas membantu orangtuanya  yang hanya  memproduksi makanan ringan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Pada tahun 2017, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui aparat desa Nalumsari mencari usaha kecil pangan olahan untuk bisa dikembangkan. Mereka menawarkan pelatihan dan bimbingan mengembangkan usaha seperti pengemasan.

Setelah mengikuti pelatihan, Khanifah mendapat Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Bukan hanya untuk produk camilan Keciput, tapi juga jenis makanan ringan lainnya seperti Bolu Cuplik, Widaran (telur gabus manis) dan Oyot Klopo.

Tidak sebatas itu, Khanifah juga mendapatkan  pelatihan pengemasan produk UMKM dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 13 Maret 2018. Pembinaan dari Pemerintah Daerah Jepara melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi pun berlanjut dengan pelatihan Sistem Jaminan Halal pada 2 Juli 2018.

Sejak itu produk olahan pangan Maya Sari bukan hanya telah resmi mendapat pengakuan sebagai usaha sebagai IRT dengan nomor: 2063320020959-20, tapi juga telah dinyatakan halal dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah dengan jenis produk Snack Tradisional. Sertifikat Halal dikeluarkan MUI Jawa Tengah pada 13 Juli 2018 untuk produk Keciput, Widaran dan Akar Kelapa.

Khanifah mengatakan, di Desa Nalumsari setidaknya ada 20 ibu rumah tangga yang mendapat pelatihan dan pembinaan dari Pemda Jepara. Dari 20 ibu rumah tangga tersebut jenis usahanya berbeda-beda. Ada yang katering, kue basah dan kue kering. 

Untuk menyatukan usaha kecil ibu rumah tangga di Desa Nalumsari kemudian dibentuk  Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mekar Sari. KUBE ini mendapat bimbingan Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Dalam memasarkan produk makanan ringan, Khanifah menjualnya ke toko makanan di sekitar wilayah Jepara dan Kudus. Ada juga yang diambil oleh salesman makanan yang menyuplai toko makanan.

Minimarket

Saat ini produk makanan ringan Maya Sari juga mendapat permintaan untuk menyuplai minimarket Indomaret. Awalnya ada pertemuan dengan Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja, yang dihadiri pihak Indomaret. "Waktu itu tiap IRT diminta membawa sample untuk diuji dan diseleksi," katanya.

Setelah proses seleksi, sekitar lima bulan kemudian, Khanifah mendapat jawaban bahwa produk makanan ringan Maya Sari bisa menyuplai 25 minimarket Indomaret yang ada di Jepara. Pada tahap awal permintaan hanya tiga pisces perjenis makanan (Keciput, Widaran dan Bolu kering) untuk tiap toko Indomaret dengan ukuran 100 gram.

Karena keterbatasan modal usaha, Khanifah mengaku, hanya bisa menyuplai dua jenis yakni Keciput dan Widaran. Namun sebelum pengiriman pertama, justru  permintaanya bertambah menjadi delapan pieces untuk tiap toko Indomaret. Jumlah toko yang harus disuplai juga bertambah menjadi 43 toko. 

Artinya dengan dua jenis makanan ringan yang masing-masing delapan pieces untuk 43 toko Indomaret, Khanifah harus menyiapkan sebanyak 688 pieces tiap minggu. Tapi karena keterbatasan tenaga pengiriman, hanya dapat menyuplai 14 toko Indomaret.

Ibu dua orang anak ini mengatakan, harga Keciput Rp 80 ribu/kg. Produk makanan ringan lainnya juga dijual dengan harga yang sama. 

Karena pembayaran dari pihak Indomaret tiap bulan sekali, Khanifah berharap ada kemudahan permodalan. "Soal modal memang menjadi kendala usaha seperti kami ini. Kami pernah usul agar dinas membantu modal," ujarnya. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018