Friday, 18 June 2021


Makan Sayuran dengan Cara Asik

07 Feb 2020, 12:19 WIBEditor : Clara

Sandra dan Ricky, owner Sunkrips | Sumber Foto:Tiara

Produksi dan Pemasaran

Melihat istrinya berusaha dengan gigih membangun bisinis, membuat suaminya, Ricky Kurnia Chandra juga memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja. Ricky menjelaskan untuk bahan baku sayuran, selain berkebun hidroponik dan organik, Ia juga bekerjasama dengan beberapa petani sayuran di Kabupaten Bogor. Tentunya juga yang menggunakan sistem tanam hidroponik atau pun organik. “Produksinya dilakukan di rumah produksi di rumah kami,  Bukit Cimanggu Bogor dan diproses dengan standar BPOM pada hari yang sama dengan pengantaran sayuran,” terangnya.

Sayuran utama yang dijadikan cemilan merek dagangnya ini adalah kale. Menurut Ricky kale ini merupakan ratu sayuran karena gizinya lengkap dibandingkan yang lainnya. “Jadi setelah kami cari tahu, kale ini kandungannya cukup lengkap. Makanya kami jadikan keripik dan sekarang sudah makin berkembang ke wortel, di mana si wortel ini dijadikan serbuk sebagai bubuk tabur,” ungkap pria kelahiran Dili ini.

Sayuran yang dibutuhkan berkisar 300-500 kg per bulan. Ricky mengaku produksi sayuran dari para petani yang bekerja sama dengannya tidak selalu memenuhi kebutuhan. “Sebagai bentuk antisipasinya, dilakukan persediaan cadangan untuk seminggu produk yang sudah siap didistribusikan ke jaringan yang kami miliki, baik reseller hingga ke supermarket,” jelasnya.

Dengan mempekerjakan 13 karyawan, produksi Sunkrisps mencapai 9 ribu bungkus setiap bulan. Sunkrisps memiliki  reseller hampir seluruh Indonesia, bahkan sudah menembus ke Negeri Jiran (Malaysia). Dengan produk unggulan: Kale Chips, Gomashio (abon kale), puff rainbow, popcorn, dan lain-lain dengan kisaran Rp 18-75 ribu.

Rupanya bukan hanya memperluas jaringan produk, pasutri yang sudah menikah sejak  2015 ini sedang merintis kebun. Selain diperuntukan persediaan cadangan bahan baku juga bisa menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. “Kami juga berencana untuk membuat permainan edukasi, yakni dengan mengenalkan sayuran melalui mainan.  Misi Kami membuat anak-anak mengenal dan menyukai sayuran dengan inovasi, edukasi, dan distribusi.”

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018