Monday, 10 August 2020


Cofee Lovers Indonesia Buka Kesempatan Jadi Barista

10 Feb 2020, 14:32 WIBEditor : Yulianto

Mau jadi barista? CLI membuka kesempatan untuk belajar | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Komoditas kopi kini memang tengah naik daun. Terlihat dari menjamurnya café kopi di berbagai daerah. Bukan hanya di kota-kota besar, sudut pelosok kabupaten pun bisa ditemui kedai kopi atau lebih modernnya café kopi.

Maraknya café kopi tak lepas dari kebiasaan generasi milenial yang menjadikan ajang tempat nongkrong. Bahkan kini usaha café kopi menjadi salah satu pilihan berbagai kalangan, termasuk generasi muda. 

Bagi yang berniat terjun membuka kedai kopi, Coffee Lovers Indonesia (CLI) membuka kesempatan untuk pelatihan barista. Menurut Ketua Umum CLI, Jamil Musanif, ketika membuka kedai kopi, barista yang handal menjadi faktor utama menghasilkan kopi yang super nikmat.

Pelatihan merupakan bagian dari program yang dimiliki CLI. Saat ini CLI memiliki program pengembangan agribisnis kopi dari hulu ke hilir melalui pelatihan, penyuluhan, pendampingan dan kerjasama, serta promosi.

Soal cita rasa kopi Jamil melihat, setidaknya ada dua macam. Pertama, cita rasa yang merupakan refleksi mutu. Misalnya, kopi specialty sudah dijamin mutunya bagus. Kedua, cita rasa yang berdasarkan selera atau kesukaan konsumen. “Untuk cita rasa yang ini (selera konsumen,red), teknik roasting sangat menentukan,” katanya.

Jamil mengungkapkan, CLI kini tengah mengembangkan Coffee Lovers Preferency Taste (CLOPT), sebuah metode pengujian cita rasa berdasarkan kecenderungan kesukaan konsumen/publik. Nantinya yang diuji adalah kopi yang sudah diroasting. “Jadi yang menjadi penilaian adalah bagaimana reputasi raoster-nya,” ujarnya.

Parameter yang diuji diantaranya, segi keasaman, rasa pahit, aroma dan rasa asing seperti bau tanah. Karena itu pengujiannya berbeda dengan pengujian kopi specialty yang diuji sampel green bean-nya. Dari hasil pengujian itu nantinya akan ditetapkan standar kualitas cita rasa kopi. Ada yang kategori gold (emas), silver (perak), bronze (perunggu) dan reguler.

“Untuk menguji cita rasa itu setidaknya dilakukan oleh 13 ahli kopi agar bisa diketahui secara valid kualitasnya. Cara ini sudah dilakukan AS dan Perancis,” ujar Jamil yang juga sebagai Sekjen Dewan Kopi Indonesia.

Jamil mengungkapkan, kopi Indonesia banyak diminati pasar luar negeri? Salah satu alasannya, karena cita rasa kopi Indonesia berbeda dengan dari negara lain. Pengaruh geografis dan ekologis, serta ekosistem wilayah Indonesia yang beragam memang sangat mempengaruhi cita rasa kopi Indonesia.

“Biji kopi sangat terpengaruh dengan lingkungan mikronya. Sebagai negara kepulauan, Indonesia yang mempunyai beragam ekosistem, sehingga menyebabkan cita rasa kopi kita beda-beda, meski sama-sama arabika atau robusta,” kata Jamil.

Dengan keunikan tersebut menurut Jamil, kopi Indonesia banyak digemarai masyarakat internasional, sehingga membuat harganya cukup tinggi di pasar ekspor. Namun demikian, sebagian besar ekspor kopi Indonesia merupakan jenis  arabika, meski ada sebagian jenis robusta. “Kopi arabika kita termasuk kopi yang high class, karena cita rasanya itu,” ujarnya. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018