anggrek bulan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) menjadi bunga yang mendapat julukan puspa pesona Indonesia. Bunga yang memiliki warna ungu dan putih ini sering kali dikaitkan dengan perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Imlek.
Bahkan saat Hari Raya Imlek, anggrek bulan menjadi bunga yang wajib dalam setiap rumah selama perayaan berlangsung. Aggrek bulan juga dartikan sebagai lambang dari kecantikan, kesuburan, kekayaan dan keberuntungan. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, bunga yang cantik nan elok ini dipercaya sebagai pembawa kesuburan.
Permitaan anggrek bulan yang cukup tinggi tersebut mengisprasi usaha turun temurun keluarga milik Irma. Irma dibantu sang kakak, Adi kini mengelola bisnis anggrek yang sebelumnya merupakan usaha ayahnya. “Karena permintaan anggrek bulan cukup banyak, ayah saya lebih memfokuskan budidaya anggrek bulan,” ujar Irma yang usahanya itu sudah berjalan lebih dari 20 tahun.
Bahkan hasil penjualan anggrek jenis Phalaenopsis amabilis atau yang biasa di sebut anggrek bulan itu, keuntungannya dua kali lipat saat perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Imlek dibandingkan hari biasa. “Anggrek bulan ini bunganya awet dan tahan lama mungkin itu yang membuat anggrek jenis bulan ini banyak dicari di pasaran,” tutur Irma.
Irma mengakui, harga anggrek bulan ini terbilang lumayan tinggi dipasaran, berkisar Rp100-170 ribu untuk satu pot tanaman anggrek bulan.Tingginya harga anggrek bulan menurutnya, karena budidaya tanaman anggrek ini terbilang sult dibandingkan anggreka jenis lainnya. “Anggrek bulan memerlukan penyiraman rutin satu kali seminggu yang di lakukan pada pagi hari,” paparnya.
Saat perayaan besar seperti Imlek, Irma mengaku, orderan bermunculan dari berbagai kota di luar Jakarta. Jika ada pesanan, ia melakukan packaging yang sangat rapih supaya awet dan bertahan hingga sampai tujuan.
“Anggrek bulan ini jenis yang spesial, suhu sekitaran anggrek harus dingin dan sejuk, supaya anggrek menjadi awet. Rata–rata anggrek di Indonesia hanya bisa bertahan satu minggu, tetapi anggrek yang dijual disini bisa bertahan hingga satu bulan lamanya,” tutur Irma.