Friday, 27 November 2020


Jualan Saat Pandemi Covid-19, Start-up Perlu Perhatikan Ini !

22 Apr 2020, 14:19 WIBEditor : Yulianto

Peluang jualan online saat pandemi corona terbuka lebar | Sumber Foto:Vanelly RS

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Saat pandemi Covid-19, jualan pangan melalui online menjadi sebuah peluang usaha menjanjikan, terutama bagi start-up pertanian. Namun untuk menjaga keamanan dalam produk yang dikirim ke konsumen, start-up perlu memperhatikan ini.

Sudah kita ketahui wabah virus Corona (Covid-19) membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Apalagi kini pemerintah telah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan meminta masyarakat #DiRumahAja.

Kondisi itu membuat masyarakat harus mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Guna membantu masyarakat, pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan alternatif dengan membuka ruang untuk belanja online.

Kementan juga telah bekerjasama dengan market place seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Lazada, dan toko online yang dibuat langsung petani milenial. Ini momen yang sangat baik untuk menumbuhkan petani milenial berbasis IT melalui pengembangan start up di bidang pertanian,” kata Sekjen Kementerian Pertanian, Momon Rusmono saat Seminar Meraup Untung Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi Covid-19” di Jakarta, Rabu (22/4).

Meski peluang jualan melalui online bagi start-up terbuka lebar, namun Managing Director Business Venturing Development Institute dan Vice Director Undergraduate Universitas Prasetiya Mulya, Eko Suhartanto mengingatkan, penting bagi pelaku bisnis pangan, termasuk bisnis start-up mulai memberi perubahan pada kemasan pangan (packaging).

Di tengah pandemi Covid-19 menurutnya, packaging menjadi satu faktor yang merepresentasikan keamanan pangan (tidak terkontaminasi virus). Dengan demikian, pelaku bisnis perlu menciptakan konsep packaging yang aman dan bisa menjadi peluang yang akan besar di masa mendatang.

Eko mencontohkan dengan menyediakan tissue basah di setiap produk pangannya untuk mempermudah konsumen membersihkan produk yang baru dibeli. Selain itu juga perlu memetakan apa saja ekspektasi pangan yang masyarakat butuhkan selama masa pandemi ini.

Sementara itu Sandi Octa Susila, Duta Petani Milenial yang juga sebagai Direktur Mitra Tani Parahyangan mengakui, usaha di tengah pandemi Covid-19 ini mempunyai tantangan tersendiri. Saat ini dirinya telah bekerjasama dengan Kedai Sayur Indonesia untuk memberdayakan petani binaan di wilayah Cianjur guna memenuhi kebutuhan masyarakat melalui sistem distribusi secara online.

Bahkan kata Sandi, pihaknya sudah membangun aplikasi distribusi online bernama Kedai Tani Indonesia yang akan melibatkan petani di wilayah Cianjur. Saat ini aplikasi tersebut sudah mulai berjalan.

Saya harap petani seluruh Indonesia bisa menerapkan pola yang sama, mencontoh apa yang kami lakukan. Saya ikut andil dalam pertanian karena ini menjadi paradigma perubahan petani indonesia. Yang harus diingat, petani adalah pejuang di tengah pandemi Covid-19," tegas alumni IPB itu.

 

Reporter : Vanelly RS
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018