Friday, 26 February 2021


Omzet Menjanjikan, Bisnis Sayuran Hidroponik Makin Diminati Milenial Jakarta

25 Apr 2020, 06:20 WIBEditor : Gesha

Milenial Jakarta kian menikmati sayuran hidroponik | Sumber Foto:Istimewa

Hasil panen berupa selada seberat 4 kg dan kangkung 3,5 kg, dan dijual dengan omzet mencapai Rp 1 juta dari 3 rak hidroponik dengan 288 lubang tanam.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pertanian perkotaan (Urban Farming) yang semakin populer di masyarakat Jakarta, kini makin diminati kaum muda atau Generasi Milenial. Bisnis sayuran hidroponik contohnya, dapat menjadi solusi permasalahan bagi mereka yang dihadapkan pada kondisi biaya hidup masih ditanggung oleh orang tua

Kemandirian para pemuda ini dapat dijumpai salah satunya di Karang Taruna RW 04 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Berkat ketekunan mereka sebagai penggiat Urban Farming mereka berhasil panen.

Hasil panen berupa selada seberat 4 kg dan kangkung 3,5 kg, dan dijual dengan omzet mencapai Rp 1 juta dari 3 rak hidroponik dengan 288 lubang tanam.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan urban farming teknik Hidroponik Ini dapat menjadi kegiatan yang positif khususnya bagi anak-anak muda Karang Taruna. Selain itu dapat merubah pola pikir mereka yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak mau menjadi mau dan yang tadinya tidak mampu menjadi mampu,” kata Laode Hardian, Ketua Karang Taruna RW 04 Kebon Baru, Tebet.

Laode bersyukur pada awalnya mereka memperoleh bantuan 1 unit rak hidroponik sekaligus pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. Sekarang mereka punya 3 rak hidroponik dan dalam proses pembuatan sebanyak 2 rak lagi dengan 550 lubang tanam.

“Rak hidroponik dari Dinas KPKP Jakarta ini sangat bermanfaat sebagai stimulus, untuk memotivasi anggota Karang Taruna. Saya pun aktif mengajak rekan-rekan Karang Taruna di kelurahan Kebon Baru untuk berbudidaya sayuran hidroponik. Ternyata mendapat respon positif,” ujarnya

Kini dari 14 RW sudah 4 RW yang menerapkan hidroponik yakni RW 04 (terdiri 2 rak), RW 05 (terdiri 1 rak), RW 07 (terdiri 2 rak), RW 010 (terdiri 1 rak). Dari ke-4 RW tersebut baru RW 4 dan 5 yang sudah berjalan. Sedangkan RW lainnya sedang proses pembuatan rak hidroponik.

Di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk waspada virus Corona, peminat sayuran juga meningkat khususnya di lingkungan sekitar. Selama PSBB yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak pertengahan April lalu, warga lebih banyak beraktifitas di rumah, sehingga untuk kebutuhan sayuran sehari- hari warga tidak mau jauh-jauh membelinya. Laode dan kelompoknya berhasil dua kali panen selama PSBB.

 

 

 

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018