Friday, 26 February 2021


Setelah Gabung Koperasi, Petani Sayur Mampu Cetak Laba Puluhan Juta per Minggu

29 Apr 2020, 13:48 WIBEditor : Indarto

Sayur produk petani | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Usaha agribisnis sayur sangat prospektif. Sebab, selain restoran dan rumah makan, semua orang butuh sayur untuk kebutuhan sehari-hari.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Usaha agribisnis sayur mayur sepertinya tak ada matinya. Bahkan, di saat Ramadhan tahun ini sejumlah petani di Pangalengan, Jawa Barat (Jabar) yang dikoordinir  Koperasi Taruma mampu meraup untung puluhan juta per minggu.

Bendahara Koperasi Taruma, H. Haris Benyamin mengatakan, di bulan Ramadhan tahun ini permintaan sayur-mayur dari petani cukup banyak. " Petani sayur yang kami koordinir masih rutin menjual sayurnya ke Pasar Tani Kabupaten Bandung. Mereka juga menjualnya sendiri ke pengepul atau ke pelanggannya masing-masing," kata Haris, di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Haris, usaha agribisnis sayur sangat prospektif. Sebab, selain restoran dan rumah makan, semua orang  butuh sayur untuk kebutuhan sehari-hari.

" Karena itu usaha agribisnis sayur itu tak ada matinya," ujarnya.

Haris mencontohkan, petani tomat di Pangalengan yang punya lahan satu tombak (1.400 m2) dalam satu musim tanam (3-4 bulan), mampu meraup keuntungan Rp 10-Rp 15 juta. Umumnya, petani sayur di Pangalengan memiliki lahan lebih dari satu tombak, sehingga mampu panen tiap hari.

Menurut Haris, apabila lahannya 100 tombak, hampir bisa dipastikan omzet penjualan petani sayur bisa mencapai puluhan juta per hari.

Haris juga memberikan ilustrasi terhadap salah satu bandar atau pengepul sayur yang mampu menjual sayur ke sejumlah pasar sebanyak 8 ton per hari. Apabila harga sayur ( tomat) Rp 4.000 per kg, maka omzetnya sudah mencapai Rp 32 juta per hari.

Menurut Haris, karena sudah ada kerjasama dengan Pemkab Bandung untuk mensuplai kebutuhan Pasar Tani,  petani yang dikoordinir koperasi secara rutin masih menjual sayurnya ke Pasar Tani.
" Pada tahap awal volume penjualanya bisa mencapai 1.000- 2.000 pak per hari.  Harganya Rp 5.000- Rp 10.000 per pak," ujarnya

Menurut Haris,  omzetnya pada tahap awal lumayan besar. Namun, karena saat ini pemasoknya datang dari sejumlah tempat, omzet petani hanya sekitar Rp 1 juta per minggu.

" Selain dari Pasar Tani Kab. Bandung, petani masih mendapat penghasilan dari tempat lain yang jauh lebih besar," ujarnya.

Menurut Haris, ada 30 -an petani yang dikoodinir Koperasi Produksi Tani Rukun Makmur (Taruma). " Kami juga ada kerjasama dengan Duta Farm, yang sesuai kontrak,  kami harus menyiapkan sayur sebanyak 6 ton/ hari. Nantinya kami targetkan mampu menggandeng 1.000 petani," kata Haris.

Adapun jenis sayuran yang dijual petani Pangalengan diantaranya, selada, cabai, brokoli, waluh, lobak, jeruk baby, wortel, kol, dan sejumlah sayuran lainnya untuk masyarakat. " Selain melakukan penjualan secara tradisional, kami (Koperasi Taruma), sedang berusaha mencoba mengembangkan melalui aplikasi online" katanya.

Menurut Haris, untuk aplikasi online ini pihaknya akan menggandeng PT Telkom. " Jadi sudah ada kerjasamanya. PT Telkom sudah ada aplikasinya sehingga kami nanti bisa jualan secara online," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018