Thursday, 02 July 2020


Permintaan Banyak, Wirausahawan Polbangtan Bogor Rakit Instalasi Hidroponik

10 Jun 2020, 13:33 WIBEditor : Gesha

Instalasi Hidroponik | Sumber Foto:Arif

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Trend bertani secara hidroponik kini kembali bergaung selama pandemi COVID 19. Permintaan perakitan instalasi hidroponik pun meningkat. Peluang inilah yang ditangkap oleh salah satu wirausahawan dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Syahrul Ramdani Wahid.

"Beberapa tetangga ada yang menanyakan tentang prosedur budidaya tanaman menggunakan hidroponik. Hal ini merupakan peluang usaha untuk menjual instalasi hidroponik dengan harga yang disesuaikan dengan permintaan konsumen," ungkap Syahrul menceritakan awal mula dirinya terjun di usaha perakitan instalasi hidroponik.

Syahrul memang masih terdaftar menjadi mahasiswa Polbangtan Bogor yang kini tengah belajar di rumah (learn from home) selama pandemi COVID 19 ini. Ditengah waktu luangnya, mahasiswa program studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Bogor mengedukasi masyarakat sekitar tentang budidaya pertanian menggunakan hidroponik. Tidak hanya itu, ia juga menjual instalasi hidroponik yang disesuaikan dengan keinginan konsumen.

“Saat ini saya sudah menyelesaikan pesanan instalasi hidroponik sistem NFT dengan 63 lubang tanam seharga Rp 500.000. Harga tersebut sudah termasuk pendampingan atau penjelasan tentang tata cara penanaman sayuran menggunakan hidroponik seperti cara pembibitan, dan penghitungan kebutuhan nutrisi AB mix," tutur Syahrul.

Peluang bisnis dibidang teknologi pertanian ini memang sangat prospektif, mengingat pemenuhan kebutuhan pangan merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan pada saat pandemik Covid-19. Karenanya, peranan teknologi aplikatif serta dukungan dari generasi muda merupakan solusi bagi perkembangan dan percepatan adopsi teknologi pertanian di Indonesia guna mencapai ketahanan pangan nasional bahkan Internasional.

Reporter : Arif Prastiyanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018