Wednesday, 02 December 2020


Saat Belajar di Rumah, Milenial Ini Salurkan Hobi untuk Isi Tabungan

24 Jun 2020, 16:46 WIBEditor : Yulianto

Sinta Kusmiati dengan tanaman hiasnya | Sumber Foto:Aditia

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pandemi Covid-19 membuat segala aktifitas menjadi terbatas. Apalagi ada kebijakan pemerintah untuk Work From Home (WFH) dan Learn From Home (LFH).

Berada di rumah membuat mahasiswa belajar dengan metode pembelajaran dari rumah dengan menggunakan media sosial. Namun tak menghambat mahasiswa untuk berkarya dengan kreativitas mereka.

Misalnya, Sinta Kusmiati, mahasiswa Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Sinta menyalurkan hobinya membudidayakan tanaman hias. Bukan sekedar hobi, ia menjadikan kesenangannya itu menjadi usaha yang bisa mengisi pundi-pundi tabungannya.

Sinta mengembangkan hobinya menjadi usaha bersama keluarganya. Alasannya membudidayakan tanaman hias, selain dapat memperindah lingkungan, juga perawatannya mudah dan efisien tempat.

Tanaman hias sangat banyak digandrungi masyarakat. Apalagi sejak di rumah aja, hampir seluruh kegiatan dilakukan dari rumah. Dengan tanaman hias dapat mengurangi stress dan membuat indah pekarangan rumah,” tuturnya.

Untuk media tanam hias, Sinta menggunakan tanah humus, sekam bakar, sekam mentah, pakis, arang maupun sabut kelapa. Jenis tanaman hias sangat beragam seperti Jandabolong varigata, sediroy, monsteria king dan epiprenum varigata.

Selain itu tanaman hias jenis anthorium diantaranya, kuping gajah mangkok, anthorium kobra batik varigata, anthorium gelombang cinta giant, anthorium hoockrykun, anthorium pedang, black velvet, aglo ciangmai dan aglo red Sumatra.

“Ada juga philodendrum giant, philodendrum merpati, sirih gading, angrek, kuping gajah tarantula, keladi sayap dan masih banyak jenis tanaman hias lainnya,” ungkapnya.

Omset usaha budidaya tanaman hias cukup menggiurkan. Untuk tanaman hias, Sinta membandrol dari harga Rp 10.000 untuk bibit sirih gading ukuran kecil sampai dengan Rp 5-6 juta untuk tanaman hias Jandabolong varigata.

Bagi yang berminat, bisa datang dan memilih sendiri di Koas Plants, Jalan Pisang No. 32, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Selama ini pemasaran tanaman hias yang Sinta budidayakan, terutama untuk kalangan kolektor tanaman hias di wilayah Jabodetabek, Bandung.

“Bahkan mencakup hampir seluruh daerah Jawa Barat. Kami juga menerima permintaan kalau ada yang ingin ekspor,” ujarnya.

Meski usaha budidaya tanaman hias cukup menggiurkan, namun Sinta mengaku, tetap menghadapi tantangan, terutama ketika terjadi fluktuasi harga. Tapi kendala itu tak membuat Sinta mundur dalam usahanya.

Bahkan dirinya, akan terus menekuni dan terus mengembangkan usaha budidaya tanaman hias. Sebab,  jika harga melonjak, sudah pasti keuntungan bakal didapat.

“Jadi jangan takut gagal untuk memulai usaha, karena sebuah kegagalan bisa menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik,” kata Sinta.

Reporter : Aditia Bukit
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018