Sunday, 28 February 2021


Tips Budidaya Jamur dari Siti Rohayati

01 Oct 2020, 19:57 WIBEditor : Yulianto

Jamur yang tumbuh di media janggel jagung

Seperti apa sih budidaya jamur dengan memanfaatkan janggel jagung? Siti Rohayati mengatakan, untuk budidaya jamur, tahap awal adalah menyiapkan tempat budidaya jamur berupa kotak dari kayu atau bambu berukuran 1x3 meter dengan ketinggian 20 – 30 cm.

Menurutnya, beberapa petani ada yang menggunakan sisa plafon yang tidak terpakai atau hebel sebagai tempat budidaya jamur. Kotak ini bisa diletakkan di dalam atau luar rumah, tergantung lokasi yang mempunyai tingkat kelembaban tinggi.

Kemudian kotak tersebut diberi alas dari karung goni/karung bekas pupuk, beras, atau karung lainnya. Setelah kotak siap, Rohayati menjelaskan, janggel jagung sebanyak 2 karung dimasukkan dan diratakan dengan ketinggian 10-15 cm.

Selanjutnya siapkan ragi tape 1 bungkus, bekatul 4 kg dan urea 2 kg. Aduk ketiga bahan tersebut sampai tercampur rata. Lalu taburkan campuran tersebut di atas janggel jagung secara merata,” tuturnya.

Langkah selanjutnya ungkap Rohayati, tambahkan lagi janggel jagung secara merata dengan ketinggian 10-15 cm. Lalu, atasnya ditaburi lagi campuran bekatul, urea dan ragi.

Rohayati mengingatkan, jangan lupa menyiram janggel jagung yang sudah ditaburi campuran ragi, bekatul dan urea dengan air sebanyak 4 ember secara perlahan-lahan atau bisa disemprotkan dengan menggunakan handsprayer.

"Tutup kotak yang sudah berisi janggel jagung menggunakan terpal gelap agar bisa membantu meningkatkan kelembaban udaranya," pesannya.

Rohayati mengatakan, panen jamur dapat dilakukan selama 2 minggu sampai 1 bulan tergantung dari media dan lokasi pembuatan jamur. Rata-rata produksi per hari sebanyak 1 – 1,5 kg dari kotak berukuran 1 x 3 meter. Harga jual jamur di pasaran berkisar antara Rp 18-20 ribu/kg.

Alhamdulillah, konsumen menyukai jamur produksi kami. Dengan berbudidaya jamur melalui media janggel jagung ini, kami dapat menambah pendapatan. Untuk pemasarannya, kami dibantu penyuluh kami secara online,” tambah Rohayati optimis.

Reporter : Harmoko/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018