Saturday, 23 January 2021


Benih Penghasilan Nuril Iswanto dari Penangkaran Benih

25 Dec 2020, 14:53 WIBEditor : Yulianto

Nuril dilokasi tempat dirinya memproduksi benih | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidoarjo---- Berbekal semangat dan ketekunan, usaha penangkaran benih yang dijalani Nuril Iswanto menjadi benih penghasilannya. Tidak hanya dari sisi nilai tambah, tapi juga bermanfaat bagi petani lainnya.

Meski ada hambatan dari  sumberdaya alam, namun usaha penangkaran benih di Kabupaten Sidoarjo tetap mampu dijalankan dengan baik dan menghasilkan produksi yang tinggi. Berlokasi di Desa Terompoasri, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Nuril Iswanto dikenal sebagai petani yang ulet dan pantang menyerah.

Niat yang ingin ia wujudkan sejak lama untuk menekuni usaha penangkaran benih akhirnya berbuah manis. Ayah satu anak ini  memulai usahanya sejak tahun 2009 dan telah memperoleh sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertfikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Jawa Timur.

Pria 52 tahun ini ingin meningkatkan pendapatan dan tidak puas hanya belajar tentang budidaya padi. Ia pun bersemangat untuk mendalami usaha penangkaran benih. Di sisi lain, Nuril juga melihat selama ini pemenuhan kebutuhan benih petani masih banyak berasal dari luar wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Dengan alasan tersebut, akhirnya memotivasi Nuril untuk menghasilkan benih padi secara mandiri guna memenuhi kebutuhan petani. Belajar dari beberapa penangkar yang sudah berpengalaman di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2007, Nuril Iswanto mampu menghasilkan 160 ton/tahun pada lahan seluas 5 ha yang dikelolanya.

Usaha penangkaran benih ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Pada kondsi normal, Ia mampu menghasilkan benih padi 10 ton/ha dan keuntungan yang diperoleh tak kurang dari Rp 70 juta/musim.

Kondisi geografis di wilayahnya, membuatnya hanya mampu memproduksi benih 2 kali/tahun. Saat musim kemarau, wilayah Sidoarjo memang sering mengalami kekeringan, dan bila musim hujan juga mengalami risiko banjir.

Kendala alam yang sering dialami Poktan Tani Mukti ini akhirnya didengar Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. Pada tahun 2020 ini Poktan yang berada di bawah kepemimpinannya mendapatkan bantuan berupa pompa air sebanyak 15 unit.

Mempelajari potensi dan kondisi geografis yang ada, Nuril memanfaatkan peluang tersebut sebagai pasar strategis untuk menghasilkan benih yang sesuai dengan kebutuhan di wilayahnya. Guna menyediakan benih saat musim kemarau, Ia memproduksi benih varietas Inpari 32 karena tahan kekeringan. Sedangkan saat musim hujan petani lebih menyukai varietas Inpari 42 karena tahan rebah dan hasilnya tinggi. Sampai saat ini benihnya sudah beredar di kios-kios wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Memotivasi Petani

Dipercaya menduduki Ketua Poktan Tani Mukti dan memiliki usaha yang sukses di bidang perbenihan padi tak membuat Nuril tinggi hati. Ia sering membagikan pengalamannya dan memotivasi petani lain untuk menekuni usaha yang sama.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo sering mengundang Nuril sebagai narasumber pada kegiatan usaha perbenihan. Terbukti, saat ini sudah tumbuh beberapa penangkar benih baru di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang telah menggali ilmu dari Nuril.

“Saya merasakan senang, karena usaha ini tidak hanya dari rupiah, namun juga kebahagiaan ketika mampu bermanfaat dengan berbagi ilmu kepada sesama,” kata Nuril.

Bila kegiatan di lapangan mampu berjalan dengan baik, maka pembangunan pertanian akan semakin melesat dan mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagaimana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti. Untuk itu penyediaan benih ini adalah harga mati untuk menghasilkan produksi yang tinggi.

Hal ini juga turut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. "Walau masih pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tegas Dedi.

Reporter : Nining Hariyani/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018