Wednesday, 01 December 2021


Seni Merangkai Bunga seharum Bisnis Florikultura

20 Feb 2021, 21:00 WIBEditor : Gesha

Pelatihan Merangkai Bunga | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Bisnis florikultura atau tanaman hias banyak digeluti warga Jakarta kendati masih pandemi  Covid-19. Kebijakan “Work From Home” (WFH) bagi sejumlah karyawan kantor justru menjadi peluang tersendiri untuk mengembangkan bisnis florikultura sebagai tambahan pendapatan.

Menjawab peluang emas ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) dan Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) dan PT Bank DKI menyelenggarakan Webinar pada Rabu (10/2) untuk mengasah keterampilan pebisnis florikultura. Bertajuk “Mengenal dan Demo Merangkai Bunga Mawar dan Sedap Malam“ Webinar via Zoom ini dilatarbelakangi oleh suasana asri Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat.

“Menghadapi masa pendemi Covid-19 yang nyaris berjalan setahun ini, saya sangat mengapresiasi kegigihan para pelaku usaha bunga potong yang tidak pernah menyerah. Walaupun omzet bunga sempat menurun hingga 70%. Inovasi sangat diperlukan untuk pemasaran, misalnya dengan system online. Saya apresiasi juga pedagang bunga di pasar Rawa Belong yang kooperatif dengan cara mengurangi kerumunan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati.

Menurut Elly, sapaan akrabnya, budidaya dan merangkai bunga ini merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan warga Jakarta khususnya. Mawar dan sedap malam identic dengan keindahan dan kecantikan menjadi peluang bisnis baru menyambut perayaan seperti Valentine dan Imlek. 

“Bunga ibarat makanan bagi jiwa, food for soul. Bunga potong segar merupakan suatu ungkapan perhatian dan kasih sayang bagi orang yang kita sayangi dan hormati. Perayaan seperti ulang tahun, hari besar keagamaan, hari hari special, akan semakin bermakna apabila bunga dihadirkan,” kata Ketua Umum Asbindo, Hesti Widayani. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum IPBI, Lucia Raras. “Pasar bunga Rawa Belong yang buka 24 jam ini dapat kita lihat keragaman dan keindahan bunga dari perkebunan lokal," tuturnya.

Lucia menambahkan, rangkaian bunga selalu mewarnai kehidupan kita. "Mari kita berkontribusi aktif menghidupkan denyut industri bunga karena merupakan harapan bagi anak bangsa untuk berkarya,” kata Lucia Raras.

Perangkai bunga milenial Della Octa, menjadi narasumber praktek merangkai bunga mawar dan sedap malam, dengan tema Vas Bouquet (Bunga dalam vas), dan pot plant arrangement untuk kiriman atau hantaran kado.

Della telah memiliki sertifikat sebagai perangkai bunga dan berprestasi di berbagai lomba merangkai bunga.

“Vas bouquet kita dapat mengirimkan sekaligus dengan vas nya agar penerima tidak perlu repot memindahkan bunga, lebih praktis. Teknik agar bunga dapat masuk dan ditata dengan mudah, yaitu pada bagian atas vas diberikan selotip vertical dan horizontal sehingga membentuk kotak- kotak kecil," tuturnya.

Sebelum ditancapkan ke floral foam, bunga direndam di air sekitar 30 menit agar tahan lama. Untuk mawar kelopak dapat dibuka satu persatu agar kelihatan besar dan mekar. "Jangan lupa semua daun yang masuk ke dalam vas berisi air harus habis, karena sisa daun akan membusuk dan mengakibatkan bunga cepat mati,” beber Della yang juga pernah bergabung di tim perangkai bunga Kepresidenan saat perayaan HUT RI 17 Agustus.

Della juga mempresentasikan beberapa peralatan dan pelengkap untuk merangkai bunga seperti pita, gunting, coklat bentuk bulat yang sudah dibungkus, dan sebagainya.

“Di pasar bunga Rawa Belong lengkap sekali, mudah didapatkan aneka perlengkapan merangkai bunga,” pungkasnya. 

Webinar ini dihadiri juga oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKi Jakarta, Mujiati, Kepala Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Wati Mutia, dan 225 orang peserta bergabung di YouTube Go JakFarm DKI Jakarta dan 238 peserta via Zoom. Terdiri dari pengelola RPTRA, PKK, Mahasiswa, ASN, pemerhati tanaman, dan lain-lain.  

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018