Wednesday, 14 April 2021


Resep Sukses Endang Merebut Hati Konsumen di Pasar Cabai Kering

24 Mar 2021, 15:12 WIBEditor : Yulianto

Endang Prihatin dengan produk cabai kering Mak | Sumber Foto:Endang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sambal kering kini menjadi salah satu alternatif di tengah tingginya harga cabai segar di pasaran. Salah satu pelaku usaha yang memproduksi sambal kering adalah Endang Prihatin.

Pemilik brand sambal kering Mak’e Ndang yang tinggal di Grobogan, Jawa Tengah ini mengakui, dengan citarasa sambal cabai kering warisan sang ibunda ternyata dapat diterima pasar. Bahkan kini pasaranya bukan sebatas dalam negeri, tapi juga di mancanegara.

Terbukanya pasar menjadikan Endang tidak hanya semangat memproduksi sambal cabai kering, namun juga berekperimentasi membuat varian rasa dari produk sambalnya. Saat ini produk Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang memiliki setidaknya enam varian rasa, yaitu: original, cumi, rebon, teri medan, teri nasi dan udang.

Lebih dari itu, Endang juga sangat peduli terhadap kualitas kemasan produknya. Bahkan ia tak pelit untuk mengeluarkan modal untuk memperbaiki kemasan produknya, sehingga meningkatkan harga jual sekaligus mendongkrak penjualan.

Apa resep sukses Endang dengan Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang-nya? Adalah kualitas. Sejak awal berproduksi, Endang selalu memperhatikan kualitas. Kualitas produk, kualitas rasa, dan kualitas packaging.

Kualitas produk sambal cabai kering Mak’e Ndang bisa dilihat dari sejak pemilihan bahan baku. Bahan baku utama sambalnya yaitu cabe dan bawang merah, dipilih dari yang masih fresh. Bahkan diambil langsung dari petani.

Diproses Manual

Sejauh ini Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang masih diproses secara manual. Tahapan pembuatan sambal. Pertama, cabai segar dikeringkan terlebih dahulu. Jika sudah kering, cabai lalu ditumbuk. Kedua, bawang merah yang sudah diiris tipis-tipis dijadikan bawang goreng, selanjutnya dicampur dengan cabai yang telah ditumbuk, serta bahan-bahan lainnya. Ketiga, setelah itu, barulah sambal cabai kering dikemas. Dengan pengemasan yang tepat, sambal ini konon mampu bertahan hingga 8 bulan.

Bahkan Endang menjamin produknya bebas dari MSG dan bahan pengawet, sehingga relatif sehat untuk dikonsumsi. Meski tanpa MSG, namun cita rasa sambal cabai kering buatan boleh diadu.

Banyak testimoni yang dikumpulkan Endang dari para penggemar sambalnya yang menceritakan istimewanya cita rasa Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang. Salah satu yang membuat testimoni dalam bentuk video adalah Agung Mulyana, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. Agung dan istri memuji cita rasa Sambal Cabai Kering Mak’e Ndang sembari tak lupa memperlihatkan botol sambalnya.

Bagi Endang meritis usaha awalnya tak mudah. Apalagi beranjak dari awalnya seorang ibu rumah tangga murni ke menjadi seorang pengusaha UMKM. Namun itu harus dilakukan karena tuntutan. Namun setelahnya, ia mengaku, kucinya adalah berani.

Berani untu memulai, berani membuat produk, berani untuk sosialisasi, berani untuk bertemu dengan orang-orang baru, berani untuk bertemu para tokoh dan pengusaha lainnya, bahkan berani untuk menerima kritik dan berani untuk selalu memperbaiki diri. “Berani-berani yang positif lainnya,” ujarnya.

Karena itu tak heran kalau Endang banyak bergabung dengan berbagai komunitas dan even yang dapat terus mengasah kualitas diri dan usahanya. Endang, misalnya, bergabung dengan Asosiasi UMKM Kabupaten Grobogan yang merupakan wadah bagi pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Grobogan di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM setempat. Di asosiasi inilah, ia dapat memperoleh banyak ilmu yang berguna untuk pengembangan diri dan usahanya.

Endang juga bergabung dengan sebuah komunitas Pesantren Bisnis Indonesia (PBI), sebuah jejaring para pengusaha muslim yang sering mengadakan pelatihan bisnis. Dari PBI inilah, Endang mengaku banyak memperoleh relasi yang kemudian bergabung menjadi reseller yang ikut memasarakn produk sambalnya.

Endang juga sering mengikuti berbagai event pameran dan pelatihan. Diantara even besar yang diikutinya adalah Local Good yang diadakan di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada 12-14 September 2018. Endang juga mengikuti Trade Expo Indonesia (TRI) 2018 pada 24-28 Oktober 2018 yang digelar Kementerian Perdagangan di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang.

Menurut Endang, dengan mengikuti even-even besar seperti itu, ia dapat bertemu banyak buyer (pembeli) dari berbagai negara. Seperti di TEI 2018, even tersebut tercatat dihadiri oleh 8.313 pembeli dari 124 negara, sehingga potensi untuk memperkenalkan produk di kancah Internasional menjadi sangat terbuka.

Saat ini Endang dibantu sekitar 10 karyawannya untuk memproduksi sambal cabai keringnya. Sambal cabai kering itu diproduksi di rumah yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya, yaitu di Jl. Aisyiyah III No. 1 Perum Sambak Indah Residence, Sambak, Danyang, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018