Wednesday, 14 April 2021


Nopan, Milenial di Balik Brand Jamur Crispy Ngehe

26 Mar 2021, 13:18 WIBEditor : Yulianto

Nopan Purwadi, milenial Purwakarta yang menekuni bisnis jamur | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta---Jamur Crispy Ngehe sempat booming di Ibukota Jakarta. Unutk bisa menikmati, konsumen harus rela antri. Siapa sangka di balik brand itu adalah seorang milenial yang rela meninggalkan dunia model untuk terjun ke pertanian. Ia adalah Nopan Purwadi.

Lahir dari keluarga petani, Nopan, pemuda Desa Sukahaji Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengaku mantap memilih menjadi petani. Terpesona potensi si putih jamur tiram, Nopan rela terjun sebagai petani dan merasa lebih bahagia karena bisa memberdayakan masyarakat sekitar dengan usahanya tersebut.

Berkat dedikasinya ini pada 2018 kelompoknya memperoleh penghargaan Bupati Purwakarta sebagai kelompok yang berhasil mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Nopan juga mendapat penghargaan sebagai Petani Milenial Usaha Budidaya Jamur Tiram tahun 2020.  Dari hasil taninya pula Ia bisa melanjutkan pendidikan. 

“Saya seneng dengan bertani karena saya merasa lebih fresh.  Hati dan pikiran saya adem. Saya merasa uang lebih berkah dan bermanfaat.  Dari hasil tani selain bisa bantu mempekerjakan orang tetangga  sekitar juga bisa melanjutkan pendidikan,” katanya, Kamis, (25/3).

Belajar otodidak melalui internet dan media lainnya Nopan bisa membuat kultur jaringan. Ia menjadikan lorong rumah ukuran 1,5 m x 4 meter sebagai awal usaha jamur tiram, yang kini mantap ditekuninya.  Lorong rumah tersebut diisi 500 baglog dan  hasil panen pertamanya  langsung dibuat jamur crispy.

Nopan menjual ke anak–anak sekolah dengan kemasan sederhana dengan bandrol Rp 1.000.  Seiring waktu, usaha tani jamurnya semakin berkembang dan memerlukan perluasan lahan. Ia pun memanfaatkan kamar rumah dan kandang sapi yang disulap menjadi rumah jamur (kubung). 

Bangkitkan Animo Masyarakat

Jamur yang dihasilkan langsung diolah menjadi  olahan jamur tiram crispy berbagai rasa yang dikemas cantik.  Dengan brand Jamur Crispy Ngehe yang berarti Ngeunah dan Hemat laris manis di pasaran. Produksinya kini bisa diperoleh di pasar–pasar online terkemuka. 

Dalam sehari Nopan memproduksi 30–40 kilogram jamur crispy. Setiap dua minggu pesanan khusus rutin mencapai 100 kg. Hal ini lantas mendorong Nopan berinovasi mengembangkan kaldu jamur dan rendang jamur kemasan.

Kesuksesannya memunculkan animo warga sekitar berusaha tani jamur yang kemudian membuka peluang usaha penjualan baglog. Dalam sebulan tak kurang dari 400–7000 log berhasil keluar.

Hasil jamur warga sekitar ditampung, kemudian dilakukan packing selanjutnya  dijual langsung ke konsumen. Yang membeli baglog, hasil jamurnya kami tampung juga, kami kemas dan kami jual langsung ke konsumen, jamur kami,” katanya.

Cita – cita besarnya saat ini ialah membangun tempat wisata edukasi khusus jamur dan mengajak kalangan muda untuk menjadi petani. Ia merasa pertanian bisa membawanya pada kehidupan yang lebih layak.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengatakan, di era modern ini meminta kepada petani untuk mulai menjual hasil panen setelah melalui proses. Sebab, mengelola pertanian harus dimulai dari hulu,  kemudian, pascapanennya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi juga menekankan, agar petani mengelola komoditas pertanian yang dihasilkan sampai hilir. Pengelolaan sampai hilir terbukti memberikan keuntungan sektor pertanian yang jauh lebih besar daripada yang pengelolaannya hanya berhenti di hulu.

Semakin hilir nilai tambahnya semakin besar. Jadi petani padi jangan jual padi, petani ubi jangan jual ubi, tapi harus jual olahannya, karena olahan itu sebetulnya memberikan nilai yang semakin besar, tegasnya.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018