Friday, 18 June 2021


Kabar Baik untuk UKM, Kementan Bantu Tarik Pembeli dengan Kemasan Unik

15 May 2021, 06:03 WIBEditor : Yulianto

Kemasan unik bisa tarik pembeli | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Persaingan usaha, khususnya untuk kalangan UMKM, sekarang ini semakin berkembang dan semakin ketat. Setiap hari aneka produk baru bermunculan. Produk olahan hortikultura tidak ketinggalan. Untuk itu peranan kemasan dalam menarik pembeli menjadi penting.

Berbagai inovasi produk pun telah banyak dihasilkan. Bukan tanpa kendala, sifat produk hortikultura yang gampang rusak menjadi permasalahan sehingga hal ini tak lepas dari teknologi pengemasan. Tampilan kemasan juga akan menjadi penunjang utama dalam pemasaran produk. 

Pengertian kemasan sendiri adalah wadah atau pembungkus bagi produk yang mempunyai peranan penting dalam upaya mempertahankan mutu dan keamanan produk serta meningkatkan daya tarik produk. Sebuah “produk” erat kaitannya dengan kemasan _(packaging)_. Tanpa kemasan, hasil produksi tidak dapat disebut produk. 

Oleh karenanya kemasan harus dibuat semenarik mungkin agar dapat meningkatkan penjualan produk. Selain menarik, kemasan harus dapat menjaga kualitas produk sampai saat di tangan konsumen.

“Saat ini produk olahan hortikultura tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri, baik dari rasa dan variasi olahannya. Terpenting adalah bagaimana memberikan branding produk olahan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto terkait proses pengemasan produk pertanian.

Bagi kalangan UMKM, apalagi pada saat pandemi Covid sekarang ini banyak mengandalkan pemasarannya melalui e commercial atau penjualan online. Packaging atau tampilan yang menarik menjadi salah satu syarat utama dalam proses pemasaran.

“Selain sifat yang mudah rusak oleh kontaminasi bakteri, sinar matahari maupun bau, selain dari segi teknologi pengolahan, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis kemasan yang sesuai untuk setiap produk, agar produk bisa bertahan lebih lama dan tentunya menambah penghasilan,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto.

Sementara itu pemilik D and D packaging, Maria Magdalena menilai, pengemasan tidak hanya untuk mempercantik produk, namun banyak sekali manfaatnya. Antara lain menjaga produk pangan agar tetap bersih, terlindung dari kotoran dan kontaminasi. 

"Selain itu menjaga produk dari kerusakan fisik  dari remuk, pecah, penyok, perubahan kadar air dan pengaruh sinar matahari,” ujarnya. 

Selain itu, kata Maria, pengemasan memudahkan dalam membuka/menutup, memudahkan dalam penyimpanan, memudahkan dalam penanganan, pengangkutan dan distribusi sekaligus memberikan informasi tentang produk melalui label kemasan.

Produsen secang, jahe dan kunyit asal Tangerang, Yopi mengakui, pengemasan sangat perlu. Bahkan kalangan UKM berharap pemerintah memberikan bimbingan karena masih banyak sekali pengetahuan dan ilmu yang diperlukan pelaku usaha.

Koordinator Pengolahan Hasil Hortikultura, Diah Ismayaningrum menyampaikan, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid pihaknya berupaya membantu pelaku usaha, terutama kalangan UKM dalam pemasaran.

“Dalam 2 tahun ini memang kita tidak bisa mengadakan pelatihan/bimtek secara offline dikarenakan pembatasan, namun kita akan terus upayakan untuk dapat melakukan bimtek atau webinar secara online atau zoom meeting supaya keberlanjutan pengawalan kepada para pelaku UMKM Pengolahan Hortikultura dapat terus berjalan," pungkas Diah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya terus mengedepankan produk hortikultura berdaya saing.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018