Friday, 18 June 2021


Bahtiar, Makmur dari Usaha Martabak Telur Rasa Beurata

16 May 2021, 08:44 WIBEditor : Ahmad Soim

Bahtiar dengan martabak telurnya | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI,COM, Aceh -- Bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, sudah tak asing lagi dengan martabak telur Rasa Beurata di kedai kopi Aceh Raya, jalan Letjen Suprapto kota Kualasimpang. 

Martabak telur yang sudah ada sejak tahun 1960an ini, tidak saja dikenal di Aceh Tamiang saja melainkan ke Langsa, Peuereulak, dan Idi hingga ke kota Medan. 

Martabak ini rasanya khas, kata Hendra salah satu pembeli yang datang bersama keluarganya dari Tulang Cut. 

Lain lagi dengan Kamsiah, warga Binjai, Medan, saat dihubungi  mengatakan, martabak bang Batav (panggilan akrab Bahtiar), adonan dan tekstur tepungnya lembut dan margarinnya juga asli berkualitas, sehingga rasa nikmatnya lebih terasa. Kami bersama keluarga terkadang sengaja datang ke kota Kualasimpang hanya untuk menikmati martabak yang terkenal legend itu. "Bahkan sehabis makan kami beli lagi untuk oleh - oleh keluarga di rumah," ujarnya promosi.

Awalnya, martabak ini kata Bahtiar, dijual oleh almarhum Abu saya (almarhum H. Jailani Usman), sejak tahun 1960an. Sampai sekarang sudah turun temurun. "Kini kami bertiga dengan adik- adik meneruskan usaha yang sudah menjadi warisan. Ada tiga cabang di kota Kualasimpang, selain di kedai kopi Aceh Raya, Lestari juga ada di kedai kopi Zakir pajak Hongkong," ujarnya.

Dari usaha menjual martabak katanya lagi, kedua orangtuanya telah menunaikan ibadah haji pada tahun 1997.

Selain itu, lanjut Batav kami juga disekolahkan hingga ke perguruan tinggi dan masing - masing dibelikan rumah.

Salah satu perbedaan martabak yang kami sajikan, yaitu dengan menggunakan arang. Jadi rasanya memang beda dibanding jika menggunakan kompor gas.

Nama Usaha Rasa Beurata (Red Rasa Bersama) menurutnya, merupakan Brand yang telah melekat dari orangtua. Filosofinya kalau membeli martabak untuk dirasakan bersama sama dengan keluarga. Penuh kebersamaan tidak hanya untuk sendiri. 

BACA JUGA:

Anak sulung dari enam bersaudara yang dilahirkan di Meutareum Sigli, 2 Agustus 1965 mulai membantu usaha sejak waktu duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar. Hal ini berlanjut hingga dirinya menamatkan sekolah menengah di SMA Teuku Umar, Kualasimpang. 

Merasa peluang bisnisnya sangat fantastis dan menjanjikan. Maka pada tahun 1997, setelah kedua orangtuanya pulang dari tanah suci, atas restu mereka dirinya melanjutkan usaha tersebut.

Dari kerja kerasnya, suami dari Hasmaini dan ayah dua anak, kini berhasil menyekolahkan anaknya hingga memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sementara anak keduanya saat ini sedang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik semester VI UIN Ar Raniry, Banda Aceh. 

Menurut alumni Akademi Manajemen Banda Aceh (AMBA-STIES) 1989, martbaknya tak hanya dikenal masyarakat umum, tapi juga terkenal hingga kalangan pejabat. "Bahkan Bupati Aceh Tamiang Pak Mursil, selalu menyajikan menu martabak baik untuk acara keluarga maupun kedinasan," tuturnya.

Harga martabak dijual Rp 7.000 per porsi, kalau pakai dua telur 10.000. Ada juga yang pesan dengan tiga telur harganya Rp 12.000.

Untuk sehari - harinya dibutuhkan Bawang merah 3 kg m, Bawang prei 1 kg, Cabai rawit 1/4, Cabai meah 1/4 kg Tepung terigu 5 kg, Margarin 3 kg, dan Telur 1 ikat = 300 butir.

"Dalam sehari biasanya menghabiskan 300 butir telur, tapi kalau hari lebaran bisa dua kali lipat," bebernya. 

Disaat lebaran biasanya omsetnya meningkat tajam hingga Rp 16 juta per minggu, sedangkan . Untuk belanja bahan bahan per minggu yaitu Rp 3,5 juta.

Pada tahun 2016, dirinya pernah hijrah dan berjualan di salah satu Cafe Banda Aceh. Namun karena pelanggan di Tamiang selalu bertanya-tanya dan merasa kehilangan. "Maka setelah enam bulan dia putuskan kembali lagi ke Kualasimpang," kenangnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018