Friday, 18 June 2021


Pria Tak Lulus SMP Ini Budidaya Madu Kelulut demi Kesembuhan Ibu

05 Jun 2021, 12:01 WIBEditor : Ahmad Soim

Iskandar | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --

 

Untuk kesembuhan Ibundanya yang divonis penyakit jantung dan harus minum obat seumur hidup, Iskandar mencoba membudidayakan madu kelulut. Kondisi kesehatan Ibunya pun kini berangsur pulih karena rajin mengkonsumsi madu kelulut dan pendapatannya bertambah.

Dari pengakuannya, sakit yang diderita Ibundanya sudah menahun. Dalam tahun 2019 lalu, setiap minggu dirinya sibuk bulak balik dari rumah sakit dan bengkel tempatnya bekerja. "Pasalnya, ibu saya sakit jantung dan sesak nafas sudah menahun dan tidak bersedia menginap di rumah sakit lagi setelah beberapa kali di opname. Makanya saya ambil inisiatif untuk berobat jalan saja," jawabnya mengawali pembicaraan.

Pria yang tidak sempat menamatkan pendidikan SMP ini lahir di Bagok - Aceh Timur, 1 Januari 1975, membuka usaha bengkel sepeda motor yang digelutinya sejak tahun 2006. 

Anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Antiah dan Tgk. Thaleb, berperilaku menarik dan dalam bertutur kata  sopan dan selalu rendah hati. "Karena doa Ibu juga Bang, sehingga saya dimudahkan rezeki. Mobil Inova hanya titipan Allah semata, untuk mendukung kelancaran usaha dan keluarga," jawabnya penuh syukur.

Suami dari Ajirni, mempekerjakan dua teknisi di bengkelnya. Rata-rata penghasilan dari bengkel bisa diperoleh lebih kurang Rp 6.000.000 per bulan. 

Merasa ibunya sudah serasi dengan madu itu, tapi harganya mahal. Untuk itu katanya, agar tidak membeli lagi, maka saya bersemangat membudidayakannya. 

Selanjutnya akhir 2019 lalu ia berangkat ke tempat adiknya di Kutabinje untuk menjajaki dan belajar singkat. Dari dana yang ada maka dibelikan 10 sarang siap pakai seharga Rp 6 juta. 

Selain penghasilan dari bengkel dirinya juga memiliki kebun sawit seluas tiga hektar yang saat itu dibelinya seharga Rp 50 juta. 

Dari sepuluh sarang, sebulan kemudian pas waktu musim bunga dapat menghasilkan 4 liter madu. Biasanya mulai panen sekitar bulan Februari -  Juni dalam setahun. 

Hingga kini sarangnya sudah meningkat berjumlah 98 sarang yang ditempatkan pada tiga lokasi. 

Sarang madu dibelinya  sampai ditempat seharga Rp 550.000 per sarang, dan melibatkan tiga pekerja untuk tiga lokasi. 

Sementara untuk di rumahnya ada 20 sarang yang dikelola sendiri, sembari mempelajari teknologi budidayanya. Ukuran sarang per unit berkisar 33 x 33 cm dengan vegetasi tanaman disekitarnya ada air mata pengantin, jambu, jeruk bali, rambutan dan tanaman lainnya. Lokasi lainnya terletak di Alue Siwah Serdang, Bukit Batee kecamatan Banda Alam. 

Kegiatan budidaya madu kelulut sangat mudah dan tidak banyak menyita waktunya. 

Hasil panen sebanyak 29 liter selain dipasarkan ke Banda Aceh juga sampai ke Aceh Singkil. Madunya dijual bervariasi berdasarkan ukuran yang 100 ml Rp 60.000 dan ukuran 200 ml Rp 120.000. 

Untuk membangun komunikasi dirinya juga terlibat dalam Komunitas Kelulut/Linot Aceh dengan jumlah anggota hampir 100 orang. 

BACA JUGA:

Untuk sementara ini hasilnya digunakan memperbanyak sarang, karena tujuan utamanya adalah kesehatan keluarga. Ibunya sudah tidak merasakan keluhan jantung dan sesak nafas lagi. Sedangkan istrinya selama ini mengalami gangguan pada lambung dengan sering mengkonsumsi madu juga sudah jarang sakit. 

Bahkan beberapa waktu lalu, istrinya pernah mengalami demam tinggi dan hilang rasa. Diberikan kelapa muda (ingusnya) ditambah dua sendok madu kelulut dan sebutin telur ayam kampung. Alhamdulillah dengan sekali minum esok nya sudah sembuh. 

Khasiat dan pengakuan

Kepala Mukim (rayon) Zukifki (53), membenarkan apa yang disampaikan oleh Iskandar. "Dirinya juga selama ini menderita penyakit gula dan berbagai penyakit lainnya, bahkan telah berobat sampai ke Langsa dan Lhokseumawe. Ketika ada seseorang di Gampong Lubuk, Simpang Idi Cut, Darul Amal menawarkan untuk mengkonsumsi madu kelulut, malah awalnya dilecehkan dengan cibiran.

Saat itu untuk mengatasi gula darahnya yang sempat naik hingga 500 lebih dan karena terpaksa, maka dicoba juga dengan ukuran mini seharga Rp 60.000. Padahal dia telah sering dikelabui oleh penjual madu lebah (palsu). "Namun sebagai manusia kita wajib berikhtiar dan berdoa, tapi setelah mengkonsumsi madu Kelulut dicampur telur ayam (merahnya saja), Alhamdulillah diberikan kesehatannya semakin membaik oleh Allah," pujinya. 

Akhirnya dirinya percaya dan menyesali sikap sebelumnya. "Pasalnya saat pertama melihat warna madu tersebut hitam mirip oli silinder," ketusnya. 

Sampai saat ini sudah hampir 50 botol (100 ml) madu kelulut sudah diminum. "Ternyata khasiatnya memang terbukti, selain sudah dapat menikmati makanan kesukaannya (nangka) juga telah bisa mengendarai sepeda motor bahkan badanpun semakin sehat" ungkapnya.

-----

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018