
Ibu Dasiti (kanan) dan Ibu Lia menunjukkan produk tape ketan daun jambu
TABLOIDSINARTANI.COM, Cirebon--Biasanya tape ketan itu dibungkus dengan daun pisang, namun Dasiti justru membuat tape ketan menjadi cantik dan menarik dengan daun jambu. Resep tape ketan khas Cirebon ini merupakan wariasan ibunya.
Sejak berusia 10 tahun, Dasiti memang terbiasa membantu sang ibunda membuat tape ketan. Hasil penjualannya untuk menunjang kehidupan keluarga Dasiti bersama ibunya yang telah menjanda, karena ayahnya meninggal dunia.
“Awalnya hanya hanya ikut-ikutan membungkus tape, tentunya masih belum rapi, tetapi lama-kelamaan akhirnya mempercayakan saya membungkus tape,” ujar Dasiti berkisah.
Dasiti sempat sempat berhenti memproduksi tape, karena harus ikut sang suami bekerja di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Namun dirinya akhirnya kembali ke kampung di Leuwihdinding, Sindanglaut, Cirebon, karena sang Ibu membutuhkan bantuannya.
Dalam memasarkan tape ketan daun jambu, Dasiti dibantu Lia sang keponakan. Pemasaran dilakukan, selain secara konvensional juga melaiui media sosial yakni instagram di @dapur.bibiliacirebon.

Ketertarikan Lia membantu memasarkan produk tape ketan hijau ini, karena kualitas tapenya memang enak. Cita rasa tape produksi Dasiti berbeda dengan yang ada umumnya
“Tape ketan ibu Dasiti memiliki cita rasa manis dan legit, bertekstur lembut merat, tanpa ada rasa asam sama sekali, warna hijau alami, bersih dan enak,” ungkapnya.
Selain itu menurut Lia, selama ini pemasarannya hanya dibakulan pasar Sindanglaut Cirebon. “Melihat hal itu, saya merangkul Ibu Dasiti berkolaborasi memasarkan produk tape ketan hijau lebih luas lagi melalui penjualan online, serta saya juga memperbaiki kemasan dan perizinan agar siap diedarkan secara luas,” katanya.
Dengan memasarkan secara online, Lia mengakui, pemasaran tape ketan hijau makin luas lagi. “Saat ini saya sendiri sudah mengirim produk tape ke wilayah Jabotabek dan Surabaya, walaupun permintaan dari wilayah Sumatra sudah ada tetapi masih terkendala dengan ekspedisi,” tuturnya. Untuk harga, tiap 1 Pak thinwall isi 36 pcs Rp 40.000 dan 1 besek isi 80 pcs harganya Rp 80.000.
Proses produksi tape ketan hijau ini sempat on-off sepeninggal ibunda Dasiti. Tapi Dasti akhirnya memutuskan untuk konsisten memproduksi tape daun jambu bersama suaminya. “Hingga kini pembuatan tape daun jambu sudah berjalan lebih dari 10 tahun,” ujarnya.
Saat ini produksi tape ketan daun jambu ini mencapai 10 kg ketan/hari. Menurut Lia, untuk membuat tape ketan yang merupakan produk permentasi ini, sebenarnya mudah. Hanya diperlukan tingkat higienis yang tinggi, pemilihan bahan yang baik, peralatan dan tempat produksi yang bersih. Semau itu menjadi faktor penentu keberhasilan pembuatan tape.
Lia menuturkan, untuk membuat tape ketan komposisinya adalah beras ketan putih, daun katuk untuk pewarna hijau, ragi tape (Dasiti memproduksi sendiri), daun jambu air yang telah dikukus dan dibersihkan untuk media bungkus.
“Produk tape ketan daun jambu ini merupakan produk asli Indonesia. Di era globalisasi ini sebenarnya produk ini sangat bisa bersaing dengan produk permentasi dari Korea seperti kimchi,” katanya.
Secara tampilan tape ketan sangat cantik dan menggugah selera dan memiliki manfaat sangat baik untuk kesehatan pencernaan, mengandung vitamin B1 dan B3 juga zat besi.
Lia melihat, tape ketan daun jambu ini sangat menarik untuk menjadi ladang usaha mandiri. Terlebih lagi masih sangat sedikit proses turunan produk ini. Sehingga peluang untuk mengkreasikan tape ketan dengan ilmu gastronomi untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi masih sangat terbuka.
Lia berharap usahanya terus berkembang dengan kian banyak orang mengenal produk permentasi berbahan alami yang baik untuk kesehatan ini. Selain itu, tape ketan daun jambu ini dapat menambah semarak perbendaharaan kuliner Cirebon.
Bagi yang tertarik tape buatan Ibu Dasiti. Jika sedang berkunjung ke Kota Udang, Cirebon, lokasinya dibelakang MI Al Anshoriyah Leuwidingding, Desa Sindang Laut Cirebon. Sementara lokasi Ibu Lia berada di Green Harjamukti D18 Kalijaga Harjamukti Cirebon.