Thursday, 23 September 2021


Kedelai Perlu Perawatan Khusus

10 Jul 2021, 16:57 WIBEditor : Yulianto

Dwi Prihartono membangun industri kecap untuk melestarikan kedelai lokal | Sumber Foto:Soleman

Dwi mengungkapkan, terdapat beberapa varietas kedelai hitam lokal antara lain Detam 1 dan 2. Sedangkan varietas kedelai putih seperti Galunggung, Welirang, serta Grobogan.

Budidaya kedelai memang berbeda dengan tanaman pangan lainnya. Saat awal penanaman memang perlu perawatan khusus. “Tanaman kedelai itu beda dengan tanaman lain, makanya petani itu kadang agak malas untuk menanam karena perawatan agak ribet. Kemudian itu juga kadang hasil tanaman jauh dari harapan,” tuturnya.

Masa penanaman berkisar antara 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Medianya langsung ke tanah atau lahan yang dibuat berupa gundukan seperti menanam umbi. Dalam setiap lubang tanam ditanam 5-6 benih biji kedelai, tentunya bibitnya yang bagus dan memang kedelai lokal.

“Biasanya untuk bibit 1 kilo bisa untuk 500 meter persegi dengan jarak tanam berkisar 30 cm, sedangkan hasil setiap daerah kadang-kadang beda,” ujarnya.

Dwi mengungkapkan, tahun 2019 pernah ada pencanangan penanaman kedelai lokal besar-besaran, tapi ternyata gagal. “Kami pernah dikasih bibit untuk ditanam ternyata gagal total,” ujarnya.

Penyebabnya menurut Dwi, lokasi budidaya di daerah pegunungan. Meski lahannya subur, tapi hasilnya kurang bagus. Ternyata kedelai harus ditanam di dataran rendah seperti Pasuruan, Madiun, Lamongan, Bojonegoro. “Sekarang ada varian baru yang bisa ditanam pada saat musim penghujan,” tambahnya.

Dwi tak hanya menggerakkan petani untuk menanam kedelai hitam. Ia juga menyediakan pasarnya dengan membuat industri kecap kedelai hitam. Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018