Mie Sagu Kering
TABLOIDSINARTANI.COM, Papua --- Mie yang umum dibuat dari tepung terigu terasa berbeda jika pembuatannya memanfaatkan tepung sagu. Mie sagu yang berwarna keabu-abuan dengan cita rasa khas sagu memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan perlu trik tertentu agar bisa menghasilkan mie sagu kering yang kenyal.
"Mie sagu menyebutkan merupakan mie bertekstur kenyal, terdapat serat, dan tidak cepat kering. Mie sagu dari Papua akan banyak diminati masyarakat," ungkap pembuat mie sagu, Marselina Kendek.
Dara asli Toraja yang sedang mengenyam pendidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari ini menuturkan inovasi mie sagu yang dikeringkan akan membuat semua orang suka karena praktis. Selain dapat memanfaatakan sumber daya lokal, pengolahan sagu menjadi mie kering memperpanjang umur simpan sagu tersebut. “Kalau sudah dikeringkan dapat disimpan hingga tiga bulan, tanpa bahan pengawet kimia,” kata Marsel.
Bahan yang digunakan pun sangat mudah didapat seperti tepung sagu, tepung terigu, kuning telur, garam, dan air secukupnya. Perbandingan antara tepung terigu dan tepung sagu sebanyak satu banding satu (1 : 1). Jika menggunakan 250 gram tepung sagu, maka tepung terigu yang digunakan sebanyak 250 gram, penambahan 1 buah kuning telur dan garam secukupnya akan membuat mie sagu makin mantap.
Tahapan membuatnya pun mudah, tepung sagu, tepung terigu, telur, garam, serta air dicampur rata dan diaduk sampai berbentuk adonan yang lunak, lembut, tidak lengket, halus dan elastis. Kemudian adonan digiling membentuk lembaran lalu dilipat dua kemudian digiling kembali.
Proses penggilingan dapat diulang beberapa kali hingga permukaan lembaran adonan betul-betul halus dan bintik-bintik tepung tidak terlihat lagi. Jika memungkinkan untuk diukur, ketebalan sampai 1,2 hingga 2 milimeter (mm) atau dengan setting alat penggilingan mie.
Langkah selanjutnya lembaran mi dimasukkan ke dalam mesin pencetak mie, kemudian dipotong melintang dengan ukuran + 10 cm. Irisan lembaran mie yang dihasilkan menjadi mie sagu segar yang dapat langsung di rebus. Jika menginginkan daya simpan yang lebih lama, mie dapat dikeringkan dengan oven menggunakan suhu 60 hingga 70 derajat celcius selama 4 sampai 5 jam.
Setelah mie menjadi kering dikeluarkan dari oven kemudian didinginkan pada suhu kamar dan dikemas dalam plastik, sehingga menghasilkan mie instan. Pembuatan Mie sagu ini diinisiasi oleh Tim Labolatorium Pengolahan Hasil Pertanian Polbangtan Manokwari yang melibatkan Mama-Mama Papua baik di Sorong maupun Manokwari untuk turut mengembangkan mie sagu.