
hidroponik
TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Saat ini dunia pertanian sudah mulai dilirik para generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi, para petani milenial ini melakukan proses produksi hingga pemasaran hasil pertaniannya. Salah satunya adalah Agung Wirawan yang saat ini mengembangkan pertanian hidroponik dengan nama Gowa Hidrofarm.
Agung Wirawan merupakan alumni Polbangtan Gowa yang kini sukses mengembangkan pertanian hidroponik di daerahnya. Dengan memanfaatkan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Agung mulai merintis pertanian hidroponik dengan nama Gowa Hidrofarm pada Desember 2019.
“Gowa Hidrofarm ini saya rintis awalnya menggunakan dana bantuan dari program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang diperoleh setelah menempuh bangku kuliah di Polbangtan Gowa. Saya mulai tertarik menjalankan usaha hidroponik melihat peluang usaha yang mampu memberikan keuntungan yang besar,” katanya.
Agung memulai membangun greenhouse pertamanya di Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Manfaatkan lahan berukuran 12 x 9 m dengan kapasitas 800 titik tanam, Agung mencoba peruntunganya bertani hidroponik.
“Hidroponic adalah sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah tetapi menggunakan air sebagai media tanamnya. Saya memilih menerapkan sistem hydroponic karena tidak bergantung dengan lahan yang luas, tidak bergantung dengan musim, lebih mudah mengatur nutrisi dan lebih cepat larut sehingga menghasilkan sayuran yang lebih sehat dan segar,” jelasnya.
Pada bulan April 2020, usahanya mulai menunjukkan hasil. Panen perdana dengan komoditi selada, sawi pakcoy dan kangkung ia pasarkan melalui media sosial.
Melihat respon yang sangat baik, Agung terus mengembangkan usahanya dengan melakukan penambahan kapasitas kebun menjadi 1600 LT pada Oktober 2021.
“Pada saat panen di bulan Januari 2021 penjualan mencapai 50 kg/minggu atau 200 kg/bulan, Bahkan saat ini saya melibatkan 3 petani lokal untuk bekerja sama memenuhi permintaan pasar,” tambahnya.
Dari Gowa Hydrofarm, saat ini agung bisa meraih penghasilan bersih di atas Rp 4 juta per bulan. Bahkan pemasaran sayur hidroponiknya juga semakin luas, bukan hanya konsumen rumah tangga, kini sayur hidroponik dari Gowa Hydrofarm sudah bisa memenuhi permintaan beberapa hotel, kafe, restoran, dan rumah makan di Gowa.
Menurut Agung, pentingnya strategi dalam usaha budidaya sayuran hidroponik perlu diterapakan sebelum memulai suatu usaha. Pasalnya, budidaya hidroponik termasuk hal yang baru bagi Agung sehingga memerlukan ilmu dan kerja keras untuk belajar mengenai hidroponik.