
Kerupuk Ikan Tengiri produksi UMKM Serdang Bedagai
TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai --- Kuliner olahan ikan para nelayan di Kab. Serdang Bedagai memiliki potensi yang luar biasa. Bukan hanya di Provinsi Sumatera Utara, olahan ikan UMKM Serdang Bedagai sudah dikenal di beberapa kota di Pulau Sumatera.
Melihat potensi tersebut tidak salah jika Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama PT Angkasa Pura II Kualanamu terus mendorong pengembangan UMKM di daerah tersebut. Berbagai olahan ikan seperti ikan tenggiri, pempek, nugget ikan, otak-otak ikan dan berbagai olahan lainnya yang dibuat UMKM di Kabupaten Serdang Bedagai sudah memiliki konsumen dari beberap daerah di Pulau Sumatera.
Mulyani dan Rini adalah contoh pelaku usaha UMKM olahan ikan di Serdang Bedagai yang sukses memasarkan produknya ke beberapa daerah di Pulau Sumatera. Kepada Kontributor Tabloid Sinar Tani, Mulyani menceritakan pilihannya untuk terjun ke dunia usaha bermula dari hobinya membuat berbagai olahan ikan untuk di konsumsi keluarga.
“Pada tahun 2015 saya ikut pelatihan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Serdang Bedagai yang melatih ibu-ibu membuat produk olahan dari ikan untuk peningkatan gizi keluarga dan mendorong untuk menjadi usaha sekala rumah tangga. Dari pelatihan tersebut saya membuat kerupuk ikan tenggiri dengan merek dagangnya Empat Putri,” ungkap Mulyani di rumah produksinya di Dusun II, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Dijelaskan Mulyani, untuk membuat 1 kg Kerupuk Ikan Tengiri (KIT) membutuhkan 1/2 kg ikan tenggiri segar, 2 kg tepung dan bumbu. 1 kg kerupuk dijual dengan harga Rp 135 ribu (ecer) dan Rp 85 ribu (agen). Dari 1 kg kerupuk ikan tengiri Mulyani bisa memperoleh keuntungan Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

Sebelum covid, Mulyani mengaku bisa menghabiskan 20 kg ikan segar yang diolah menjadi 80 kg kerupuk ikan tenggiri (KIT). Dibantu 10 orang, Mulyani memasarkan produknya ke sekitar Kab Serdang Bedagai, Medan dan beberapa kota di luar provinsi Sumatera Utara, dengan keuntungan berkisar Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.
“Tapi semenjak covid ditambah sulitnya mendapatkan ikan tengiri serta harga tepung dan minyak goreng yang melambung, saya hanya mampu memproduksi 5 kg ikan tengiri,” ungkap wanita yang sempat belajar olahan ikan hingga Palembang ini.
Tidak jauh berbeda dengan Mulyani, produsen olahan ikan Kelompok Usaha Berkah yang diketuai Fitri Dwi Yuniarin juga mengaku produknya sudah banyak dipesan konsumen dari luar Sumatera Utara. Dibantu 12 orang angota kelompok, Kelompok Usaha Berkah yang membuat produk olahan ikan seperti nugget ikan,bakso ikan,dan berbagai olahan ikan lainya ini bisa memasarkan produknya hinga Pekanbaru, Riau dan Batam.
“Saya dan ibu-ibu disini memulai usaha pengolahan ikan sejak ikut pelatihan yang diadakan pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai,” ungkap wanita yang akrab disapa Ririn ini.
Ririn menceritakan, awalnya memang sulit untuk memasarkan produknya. Namun dengan mempertahankan citarasa dan harga yang terjangkau, konsumen yang sudah mencoba bakso dan nugget ikan buatannya akan memesan kembali.
Dalam sehari ibu-ibu yang berada di Dusun I, Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu. Kabupaten Serdang Bedagai ini bisa mendapatkan uang Rp 70 ribu dari olahan ikannya.
Mulyani dan Rini berharap adanya fasilitas bantuan dari pemerintah dalam mengembangkan usaha, mulai dari bantuan peralatan produksi hinga peralatan packaging . Selain itu juga adanya bantuan pinjaman lunak dari BUMN sehingga kelompok Usaha bersama seperti yang mereka jalankan bisa mandiri dan menambah lapangan kerja untuk masyarakat.
“Kiranya pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Perdustrian dan Perdangan Kabupaten Serdang Bedagai membantu mesin pengolahan produksi dan pekeging, agar lebih higienis. Begitu juga pihak Bandara Angkzsa Pura II Kualanamu juga bisa membantu permodalan dan pemasaran di Bandara,” harap Mulyani