
Seminar Nasional Agrisociotech yang diselengaran oleh Plbangtan Gowa
TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Guna mendorong Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtaan) Gowa melaksanakan Seminar Nasional Agrisociotech. Diisi para pembicara handal diharapkan bisa tercipta petani-petani milenial yang dapat memajukan pertanian tanah air.
Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harus terus dilatih dan diajak untuk memajukan sektor pertanian. Karena itu berbagai kegiatan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pembangunan wirausaha muda pertanian.
Salah satunya kegiatan dengan tema 'Pengharapan Teknologi Digital Dalam Menumbuhkan Jiwa Agripreneur Era Society 5.0', diselenggarakan secara hybrid oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa.
Dalam arahannya secara virtual kepada 137 peserta seminar, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursamsi, mengatakan ada 3 kata kunci dalam tema seminar hari ini yakni agripreneur, teknologi digital, dan era society 5.0.
"Generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan,” ujarnya.
Dedi menambahkan dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern, dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan..
Pada kesempatan yang sama Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, menyambut gembira dan memberikan penghargaan atas inisiatif penyelenggara Seminar Nasional Agrisociotech.
“Saya kira ada perbedaan teknnologi 4.0 dan 5.0 yakni era 4.0 itu menggunakan teknologi komunikasi sedangkan era 5.0 bagaimana kita memperluas bidang-bidang pekerjaan dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang kita kerjakan serta bagaimana menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi digital, kemajuan ekonomi paralel dengan penyelesaian masalah sosial,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa kompetensi lulusan untuk milenial cerdas dan maju adalah job creator dan job seeker dalam bidang pertanian.
"Untuk itu, dibutuhkan pembinaan kapasitas dan karakter bagi mahasiswa seperti membentuk pribadi yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha, meningkatkan keterampilan hard skill, meningkatkan keterampilan soft skill dan membina minat, bakat, dan kegemaran," katanya.
Diharapakan kepada peserta Semnas setelah mengikuti seminar ini, peserta dapat memahami tentang berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Serta mau memulai atau merintis usahanya sendiri dengan melihat peluang-peluang yang ada saat ini, serta kedepannya dapat menjadi job seeker agar permasalahan pengangguran di Indonesia dapat ditanggulangi.
Semnas Agrisociotech yang diadakan pada Sabtu (19/12) ini sendiri menghadirkan 3 narasumber yaitu Wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, Agropreneur, Dava Warsyadhana sebagai Duta Pertanian Kementrian RI. Dan narasumber terakhir yaitu Muh. Rijal Djamal sebagai Creative dan Content Creator.