Monday, 23 May 2022


Rudi Bangun Bisnis Kopi Mobil di Bantaran Krueng Aceh

24 Jan 2022, 10:58 WIBEditor : Gesha

Rudi Gunawan di kopi mobil kreasinya | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Kalau minum kopi di warung sudah biasa, tapi sensasi ngopi di tepi kali (muara) yang menjorok ke laut sambil menikmati keindahan sunset ini yang luar biasa. Inilah yang kemudian dibidik oleh milenial bernama Rudi Gunawan dengan kopi mobilnya.

Keterpurukan ekonomi akibat pandemi tidak membuat masyarakat putus asa. Kita harus bangkit untuk bertahan hidup dan meraih sejuta impian. Tak terkecuali Rudi Gunawan pemuda putus sekolah ini nekad hijrah ke kota Banda Aceh untuk berbisnis kopi mobil. Tak pelak dari usaha bisnisnya banyak kawula muda yang ngopi dan nongkrong di kopi mobilnya apalagi saat hari libur, pengunjung selalu ramai.

Walaupun baru tiga bulan berbisnis kopi mobil, namun omsetnya saat hari libur (weekend) mencapai Rp 700 - 800 ribu per hari dengan keuntungan 40 - 50 persen. "Kami juga menjual kopi berbagai varian rasa dan mulai buka pukul 16.00 wib - 12.00 wib dinihari," ujar Rudi Gunawan asal Bireuen saat diwawancara tabloidsinartani.com. 

Untuk membangun bisnisnya, Rudi bersama pamannya memberi nama Nayla Coffee memanfaatkan mobil bekas seharga Rp 12 juta. Kemudian dimodifikasi dan mangkal di bantaran Sungai Krueng Aceh tepatnya depan kampus Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Rukoh, Darussalam - Banda Aceh. Selain itu ada juga mesin pengolah biji kopi yang dibeli Rp 7 juta serta peralatan lainnya termasuk 10 meja dan 40 kursi dijejerkan. Total investasi berkisar Rp 40 juta.

Kalau kita ingin maju jangan malu harus berani bekerja keras,  yakin dan selalu sabar.  "Apapun pekerjaan yang kita lakukan yang penting halal," imbuhnya. 

Lanjut Rudi, kita jangan terlena karena memiliki HP Android. Sebaiknya HP tersebut fokus digunakan untuk mendukung usaha.Dalam menaungi kehidupan sambung Rudi perlu ada prinsip untuk mencintai pekerjaan agar dapat menghasilkan rezeki yang halal dan berkah. 

Untuk membantu meringankan beban orangtuanya, sejak kecil Rudi sudah terbiasa mandiri dan sepulang sekolah bekerja di kedai rempah dan menjual berbagai jenis sayuran.  Rudi bercerita setamat sekolah dasar di SDN 4 dan SMP Negeri 1 Jeumpa ia terpaksa berhenti sekolah. Alasannya hanya karena keterbatasan biaya. Untuk itu ia rela banting tulang menjadi buruh kasar dan bongkar muat di kampungnya.

Rudi Gunawan milenial kelahiran Cot Gapu, Kabupaten Bireuen 2 Juli 1997 merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya seorang petani kecil sementara ibunya wafat sewaktu usianya beranjak 3 tahun.

Fajar mahasiswa teknologi informatika komputer, Politeknik Lhokseumawe salah satu pelanggannya mengatakan ia dan teman-temannya sengaja mencari suasana yang lebih rileks untuk berdiskusi. Katanya membangun usaha kopi mobil memiliki prospek yang sangat menjanjikan. "Walau baru merintis usaha seperti ini sangat bagus, sehingga kedepan bisa membangun usaha yang lebih lengkap dan maju," tandasnya. 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018