Wednesday, 10 August 2022


Lembutnya Sarang Semut Talas Racikan Vini

03 Mar 2022, 09:50 WIBEditor : Yulianto

Vini owner Riva cake | Sumber Foto:Echa

TABLOIIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kue sarang semut atau yang biasa dikenal dengan nama kue Karamel merupakan salah satu kue khas Indonesia. Kue Nusantara yang satu ini masih bisa didapatkan di pasar tradisional.

Memiliki tekstur lembut dengan rasa karamel. Cocok disantap sambil menyeruput kopi atau teh hangat. Dinamakan kue sarang semut karena kue ini berongga-rongga seperti sarang semut. Warna cokelat pada kue sarang semut berasal dari campuran karamel.

Kue ini juga termasuk jenis makanan abadi, tak lekang oleh jaman yang terus berubah. Hingga kini cake karamel dengan lubang-lubang berongga seperti sarang semut ini tetap bertahan dan tidak kehilangan penggemarnya.

Kunci membuat cake karamel adalah pada proses pembuatan karamelnya. Gula harus dimasak hingga menjadi karamel tetapi tidak boleh terlalu gosong. Terlalu lama gula terbakar akan membuat karamel menjadi pahit dan merusak rasa Cake Caramel Sarang Semut.

Salah satu yang menggeluti kue sarang semut adalah Vini Wulan Dhiani, Amd, Par yang merupakan owner Riva Cake. Tinggal di Villa Mutiara Lido D5/19 Cigombong, Bogor Jawa Barat mengatakan, kue sarang yang diproduksi berbeda dengan yang lain. Dirinya tidak menggunakan terigu, tapi tepung talas.

Alhamdulillaah kue sarang semut buatan saya ini pernah dipesan Ibu Bupati Bogor untuk dibawa ke Norwegia,” katanya  kepada Tabloid Sinartani beberapa waktu lalu. Brand Riva sendiri menurut Vini diambil dari nama anaknya. “Saya memulai usaha dari tahun 2010, tetapi untuk olahan pangan lokal baru 2018,” tambah Vini.

Kue sarang semut talas merupakan produk unggulan dari Riva Cake. Selain itu ada juga produk berbahan baku tepung talas lainnya seperti, kue soes, bolen. “Awalnya muncul ide membuat kue unggulan berbahan dasar tepung talas. Akhirnya jadilah produk Bogor Riva Cake yang produk unggulan sebenarnya sarmut atau sarang semut dengan tepung talas,” tambahnya.

Vini menjelaskan, sarmut sebenarnya cake caramel, tapi tidak seperti bolu atau bika Ambon. Karena bentuknya seperti sarang, sehingga dinamakan sarang semut (sarmut). “Ternyata lebih menjual dengan nama sarmut karena membuat orang menjadi penasaran,” katanya.

Namun seiring berjalannya waktu, Vini kemudian melengkapi lagi usahanya dengan produk yang lain seperti soes talas, bolen talas dan cookies lainnya berbahan baku pangan lokal yakni tepung mocaf. Bahkan bolen buatan Vini berbeda dengan produk bolen lainnya. Jika biasanya bolen berisi pisang, maka dirinya membuat bolen dari tepung talas, bahkan isinya juga talas.

Meski banyak usaha dilanda pandemi Covid-19, Vini menjelaskan, permintaan pasar kue sarmut talas masih cukup baik. Bahkan ia bersama anaknya mempunyai trik sendiri dalam memasarkan produk kue sarmut.

“Kebetulan anak saya nge-goCar, sambil membawa penumpang, anak saya mencoba menawarkan sarmut. Alhamdulillah setelah banyak yang pesan dan repeat order untuk berlangganan. Jadi tidak ada pengaruhnya walaupun ada pandemi,” tutur Vini.

Berapa harga sarmut? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018